0
Kamis, 17 November 2011

Berawal dari Mimpi, Raih Cita-citamu

Mimpi, apa sih mimpi itu? Apakah bunga-bunga tidur yang menghiasi setiap malam ketika kita beristirahat? Mungkin mimpi ketemu doski di sekolah, mimpi ketemu sahabat kita yang lama tak berjumpa, mimpi makan blackforest yang sudah lama kita idam-idamkan ataukah mimpi-mimpi yang lain?

Itu semua memang bisa disebut mimpi. Kerja sel syaraf otak kita ketika tidur bertemu dengan pengalaman-pengalaman masa lalu atau keinginan terpendam yang belum sempat terwujud. Tapi bahasan kita bukan mimpi yang itu, guys. Tapi mimpi yang bermakna cita-cita, keinginan, harapan, ambisi, dan semacam itulah. Mimpi yang berusaha kita raih dan wujudkan nyata dalam kehidupan.

Lalu gimana dengan kamu, guys? Apa kamu punya mimpi? Apa sih mimpi terindah kamu? Jangan-jangan kamu malah gak punya mimpi. Membiarkan hidup mengalir apa adanya saja. Tanpa mimpi, tanpa cita-cita dan tanpa harapan. Or, jangan-jangan kamu malas bermimpi lagi karena beranggapan semua mimpi-mimpi kamu adalah sia-sia dan gak ada yang jadi kenyataan. Wah...jangan pesimis gitu dong.

Semua punya mimpi

Mimpi, siapa sih gak punya mimpi? Ingin jadi orkay alias orang kaya, ingin jadi orang terkenal, ingin pandai, ingin sukses dan ingin-ingin yang lainnya. Rasa ingin ini lumrah bin wajar banget ada pada diri manusia, apalagi para remaja yang langkah hidupnya masih panjang dan panjaaaaang. Saking lumrahnya, lagu-lagu pun sibuk mengangkat tema ini. Lihat aja lagunya Opie Andaresta waktu itu. 'Andai aku anak orang kaya, punya mobil mewah, punya pacar yang hartanya berlimpah, punya uang banyak dll'. Belum lagi lagunya Base Jam yang gini nih 'ku tak tahu untuk apa hidup ini. Aku hanya bisa bermimpi'. Atau bahkan kayak Om Chairil Anwar yang dalam salah satu puisinya ingin hidup seribu tahun lagi.

So, siapa sih yang boleh punya mimpi? Apa cuma para artis dan pujangga itu aja? Semua non, berhak dan boleh punya mimpi. Kaya, miskin, tua, muda, cewek, cowok, cakep, jelek, semua deh boleh punya mimpi. Di jaman apa-apa serba mahal ini, mimpi adalah hal dalam hidup yang gratis. Gak beli. Kita bisa bermimpi menjadi atau meraih apa pun yang kita mau tanpa takut kena pajak.

....Darimana ide menciptakan helikopter dan pesawat terbang itu berasal? Penemu ide itu pernah bermimpi untuk bisa terbang....

Kamu tahu darimana ide menciptakan helikopter dan pesawat terbang itu berasal? Penemu ide itu pernah bermimpi untuk bisa terbang. Karena gak mungkin bagi manusia untuk punya sayap, maka dengan akalnya ia menciptakan teknologi yang memakai prinsip dasar sayap burung untuk pesawat dan sayap capung untuk helikopter. Bayangkan seandainya para penemu itu gak punya mimpi dan bersikap 'apa adanya' aja ketika transportasi masih berupa sapi atau kuda yang menarik gerobak. Kamu gak bakalan tahu asyiknya terbang (padahal sekarang aja juga belum tahu tuh rasanya naik pesawat hehe).

Lalu Thomas Alfa Edison dengan mimpinya untuk menjadikan dunia lebih terang pada malam hari. Tanpa dorongan mimpinya dan hanya puas dengan temaramnya sinar bulan, maka gak bakal ada yang namanya bohlam.

Tapi yang paling hebat dan gak ada duanya tuh mimpi Rasulullah untuk menyatukan umat dalam naungan satu sistem Islam. Betapa beliau mengerahkan seluruh daya upaya untuk mewujudkan mimpinya. Gak peduli dilempari batu dan kotoran hewan, beliau maju terus pantang menyerah untuk mendobrak sistem kufur dan menggantinya dengan sistem Islam saja.

So, mimpi di tiap orang per orang pastilah tak sama. Ketika kamu mimpi ingin jadi ahli nuklir yang bertakwa tentu tak sama dengan mimpi temanmu yang ingin jadi rocker beriman ala sinetron kiamat sudah dekat misalnya. Atau kamu yang punya mimpi dapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah sampai tinggi, eh...mereka yang mendapat kesempatan itu di tangan, malah melepaskannya. Ada loh yang seperti ini. Ternyata ia lebih memilih menikah dan ikut suami ke lain kota daripada mengambil tuh beasiswa. Padahal yang ngiler pingin banget dapetin tuh beasiswa udah ngantri, eh...enak aja dianya melepas.

Hal ini juga sah-sah aja kok. Itu karena memang mimpi di tiap orang sungguh beraneka ragam. Tak sama. Tak ada standard yang pasti mimpi harus begini dan begitu. Sehingga tiap diri kamu berhak untuk punya mimpi setinggi apa pun.

....mimpi itu hal yang manusiawi ada pada diri kita. Bahkan, manusia yang normal mustahil hidup tanpa mimpi, cita-cita or harapan yang ingin diraih....

So, mimpi itu adalah hal yang manusiawi ada pada diri kita. Bahkan, manusia yang normal mustahil hidup tanpa mimpi, cita-cita or harapan yang ingin diraih. Kamu bisa bermimpi hal-hal yang mubah kayak pingin kaya, punya rumah mewah, harta berlimpah, suami/istri cakep dan tajir dll. Or yang agak bergengsi dikit, kamu bermimpi jadi dokter, insinyur, ahli nuklir yang bertakwa de el-el. Tapi ada juga yang mimpinya high quality dengan menjadi remaja gaul, syar'i, dan mabda'i (hehe, kayak motto Studia aja).

Kenapa harus punya mimpi?

Orang hidup kudu punya mimpi. Karena manusia adalah makhluk yang dinamis. Dengan mimpi yang kita punya, ada 'sesuatu' yang membuat kita berusaha ingin meraihnya. Bo'ong banget kalo kamu bilang punya mimpi jadi ahli komputer tapi tak ada upaya untuk mewujudkannya. Kamu pilih habiskan waktu untuk bermalas-malasan, hura-hura menghabiskan waktu untuk nonton film, dugem, dan segala hal yang tak ada kaitannya dengan mimpimu.

....Orang hidup kudu punya mimpi. Karena manusia adalah makhluk yang dinamis. Mimpi membuat kita berusaha ingin meraihnya....

Lebih lucu lagi kalau bermimpi masuk surga tapi asyik mojok berduaan dengan pacar dan tiap hari melakukan maksiat. Udah shalat cuma dua kali setahun, pas waktunya shalat Id hari raya Idul Fitri dan Idul Adha aja, puasa Ramadhan juga banyak batalnya. Kalo yang begini mah bukan mimpi masuk surga lagi, tapi isyarat dapat tiket neraka secara express hehe.

So, gimana dong supaya antara mimpi matching dengan kenyataan?

Jika kamu ingin jadi ahli komputer, kamu harus menciptakan jalan ke arah sana untuk mempermudah mewujudkan mimpimu. Mulai rajin-rajin aja pegang komputer meski pinjam teman or jadi penjaga warnet misalnya. Kamu kudu cinta dan sering bergaul akrab dengan segala sesuatu yang berbau komputer. Jangan malah ingin jadi ahli komputer tapi lubang untuk kabel data aja kamu gak tahu hehe. Or malah kamu gak bisa membedakan yang namanya monitor dan CPU, gubraks...

Begitu juga jika kamu pingin masuk surga. Tempuh semua jalan yang bisa mengantarkan kamu ke surga. Gimana caranya? Ngaji dong! Dengan ngaji, ibaratnya kamu dapat peta untuk menuju surga lewat jalur yang baik dan benar.

Bahkan aneh banget kalo ada orang hidup tapi tak punya mimpi. Tanpa mimpi, bagaikan sayur tanpa garam. Hambar coy. Tanpa mimpi, kamu gak bakal punya sesuatu sebagai standard untuk diraih di masa depan. Tanpa mimpi, kamu akan jadi mayat yang hidup. Gak ada upaya untuk memperbaiki diri or nasib kamu.

Tanpa mimpi, kamu akan melakoni hidup 'apa adanya'. Apa adanya dalam arti negatif. Kamu yang punya nilai pelajaran delapan ketawa alias tiga, jadi 'pasrah' aja. Merasa diri bodoh dan tak ada upaya untuk meraih nilai yang lebih ideal.

Tanpa mimpi, kamu yang sekarang merasa menjalani hidup serba sulit di era kapitalisme ini, jadi pasrah. Sudahlah BBM naik, uang saku dikurangi karena ortu juga pailit, eh...ternyata harga-harga yang lain ikut selangit. Mau beli buku mahal, jajan mahal, semua mahal. Bukan naik sih katanya, hanya menyesuaikan harga dengan kenaikan BBM. Dunia kamu jadi terasa sangat sempit. Kamu pasrah jendral dengan kondisi tak ideal ini. Tak ada keinginan untuk merubahnya meski barang sedikit pun. Bila hidup jadi semakin sulit dan sulit aja, hal ini bisa bikin kamu mudah, yang tanpa mimpi or cita-cita, untuk putus asa.

Ini beda banget dengan kamu yang sedari awal sudah punya dan tahu apa mimpi-mimpinya dalam hidup. Dengan mimpi, kamu berusaha meraih yang terbaik dalam hidupmu. Mimpi ingin pintar, kamu ujudkan dengan belajar rajin. Mimpi ingin sukses, kamu ujudkan dengan kerja keras secara cerdas dan disiplin. Mimpi ingin merubah kondisi masyarakat yang sekarat karena tak melaksanakan syariat, kamu ujudkan dengan rajin ngaji dan memahami kondisi umat sebagai langkah awal untuk perubahan.

See, dengan mimpi kamu jadi punya arah mau kemana dan ngapain dalam hidup ini. Bukan sekedar ikut arus kalo angin ke barat ikut ke barat, kalo angin ke timur ikut ke timur.

....dengan mimpi kamu jadi punya arah mau kemana dan ngapain dalam hidup ini. Bukan sekedar ikut arus kalo angin ke barat ikut ke barat, kalo angin ke timur ikut ke timur....

Dengan mimpi kamu jadi percaya diri. Di saat semua menikmati janji-janji semu demokrasi, kamu tampil cerdas dengan mencampakkannya. Di saat semua berpikir masalah bangsa ini bersumber di akhlaknya, kamu dah paham kalo itu cuma ekses or akibat sampingan dari permasalahan yang lebih mendasar. Dengan mimpi yang kamu punya, kamu punya resep yang ces pleng alias jitu untuk menyembuhkan masyarakat kita yang sakit ini. Kamu pun jadi remaja bukan yang biasa-biasa aja, tapi salah satu sosok perubah yang dengan mimpinya jadi punya nilai lebih pada semangat dan aktivitasnya di hadapan Allah. Hmm...ternyata punya mimpi bisa begitu dahsyat kan...

Mimpi yang baik dan bener

Idih...emang ada mimpi yang baik dan bener? Jelas ada dong. Ujian aja kamu ngejawabnya kudu baik dan bener, apalagi menetapkan mimpi kamu. Tanpa jawaban yang baik dan bener, pasti ujian kamu gak lulus.

Begitu juga mimpi. Tanpa mimpi yang baik dan bener, kehidupan kamu juga pasti gak baik dan bener. Trus, gimana sih punya mimpi baik dan bener itu?

Mimpi yang baik dan bener itu kalo ia realistis, yaitu antara mimpi-mimpi kamu dan kemampuan harus seimbang. Sesuatu yang tidak mudah dan tidak sukar untuk dicapai. Karena kalo mimpi itu mudah dicapai, kamu bakal nyepelein dan ceroboh, menganggap enteng mimpi or cita-cita kamu dalam hidup. Begitu sebaliknya. Jika kamu mempunyai mimpi yang tinggi tapi kemampuan minim, ini bisa bikin kamu putus asa. Jadi gimana dong? Kalo mimpi kamu tinggi, berarti kamu kudu mengasah kualitas diri kamu juga tinggi. Biar imbang dengan mimpi kamu, gitu loh.

Trus, ada kalanya mimpi itu bisa terwujud saat kita masih hidup. Tapi ada kalanya pula mimpi itu begitu besar sehingga butuh waktu lebih panjang daripada umur kita untuk mewujudkannya. Apalagi bila mimpi itu adalah mimpi kolektif yang dipunya oleh kaum muslimin.

....Ketika masih hidup, Rasulullah SAW punya mimpi bisa menaklukkan Persia dan Roma. Padahal Persia dan Roma itu super power....

Ketika Rasulullah SAW masih hidup, beliau punya mimpi bisa menaklukkan Persia dan Roma. Padahal Persia dan Roma di jaman itu ibaratnya Uni Sovyet dan Amerika, super power, dibandingkan dengan negara Islam yang masih baru berdiri dan kecil. Tapi mimpi Rasulullah bukan mimpi asal mimpi. Meski beliau tak sempat menyaksikan ditundukkannya kedua negara adidaya itu, tapi Muhammad Al Fatih mewujudkan mimpi Rasulullah menjadi nyata. Persia atau Konstantinopel berhasil ditundukkannya. Sekarang tinggal Roma. Bilakah kamu yang akan menjadi sosok Al-Fatih berikutnya?

Bila iya, maka kamu pasti punya mimpi yang sama dengan mimpi Rasulullah. Mimpi ingin mengembalikan kehidupan Islam dengan syariah dan khilafah. Mimpi ini begitu besar dan mulia. Sejak diruntuhkannya institusi kekhilafahan Islam pada 3 Mei 1924 lalu, kaum muslimin yang sadar kewajiban untuk menegakkannya lagi, bermimpi or bercita-cita bisa hidup mulia dalam naungan Khilafah Islam.

Bagi sebagian orang yang tak tahu bagaimana cara menempuhnya secara riil dan gamblang, maka mereka berpikir mimpi ini adalah mimpi yang utopis, sia-sia or khayali. Tapi bagi yang tahu dengan jelas langkah-langkah apa yang kudu ditempuh, hambatan apa saja yang menghadang, peluang-peluang yang harus diciptakan, tentu merasa yakin sekali bahwa Khilafah Islam hanya tunggu waktu. Apalagi bila pertolongan Allah sudah berbicara, udah deh, siapa yang bakal bisa membendungnya?

So, jangan takut untuk bermimpi yang tinggi. Apalagi kalo mimpi itu sesuai banget dengan mimpi yang dipunya Rasulullah tercinta. Jadi kalo ada yang bertanya 'what's your sweetest dream?’ Jawab dengan yakin 'Syariah dan Khilafah', tentu. Tetap semangat! [ria fariana/voa-islam.com]
0

Beauty and the Beast: Bedakan Cantik Asli dengan Cantik Imitasi

Beauty and the beast, kali ini bukan untuk membahas lagu atau film dari negeri barat sono yang sudah kondang gulindang. Tapi kali ini kita akan membahas kecantikan versus keburukan. Why? Supaya kita bisa membedakan mana cantik betulan dan mana yang palsu atau beast yang dibungkus sedemikian rupa sehingga kehilangan bentuk aslinya dan terlihat cantik semu.

Beauty, perempuan mana yang gak mau disebut beautiful? Pasti deh hidungmu bakal kembang kempis kalo ada yang bilang how beautiful you are. Apalagi kalo bodimu menunjang dengan tubuh yang semampai (bukan semester tak sampai), langsing, putih dan rambut lurus indah terurai. Walah...persis iklan-iklan di TV. Kamu pun jadi percaya seratus persen bila ada yang memuji bahwa kamu terlihat cantik dengan modal sedemikian rupa. Sudah gak keingat lagi kalo itu semua cuma rayuan gombal yang basi dan pasti ada maunya.

Sedangkan bagi kamu yang gak punya cirri-ciri di atas, pasti cuma manyun karena merasa diri gak cantik. Udah tubuh kalo gak kelewat kurus pastilah kelewat gemuk, kulit coklat kusam plus rambut yang keriting. Duh…seakan-akan kelahiranmu di dunia menjadi sebuah kutukan dengan penampilan seperti ini. Kamu merasa menjadi perempuan merana sedunia karena tak ada sedikit pun criteria cantik yang bisa dibanggakan. Tapi apa iya sih, definisi cantik cuma yang kayak gini aja? Kita cari tahu yuk!

Cantik, bagaimanakah?

Beauty is in the eye of the beholder. Kecantikan itu tergantung siapa yang melihat dan menilai. Di jaman Kaisar Romawi dulu, perempuan cantik adalah yang bertubuh gendut dan subur. Kalo gak percaya, coba lihat buku komik koleksimu. Yang jadi primadona kebanyakan perempuan bertubuh subur dan bukannya si kurus kering. Perempuan kurus dianggap kurang gizi dan tidak menarik.

....Kecantikan itu tergantung siapa yang melihat dan menilai.....

Seiring perkembangan waktu, criteria cantik menjadi berubah. Karena manusia terutama perempuan mempunyai kecenderungan mudah menjadi gemuk daripada kurus, maka ada pihak-pihak tertentu melihat peluang ini. Diciptakanlah stereotip perempuan cantik itu dengan tubuh yang langsing cenderung kurus. Model-model iklan dan peragawati adalah icon untuk mengopinikan bagaimana menjadi perempuan cantik. Berlomba-lombalah perempuan seluruh dunia meniru icon itu. Obat pencahar dengan berbagai merk laris manis diserbu perempuan supaya dirinya bisa menjadi langsing dan kurus.

Barbie adalah gambaran sempurna tentang sosok perempuan ideal dalam bentuk boneka. Tubuh ramping bak gitar baik bemper depan dan belakang (hihi, emangnya mobil pake bemper), hidung mancung, mata biru, bibir tipis, kulit putih dan rambut pirang. Perempuan seluruh dunia pun berlomba-lomba meniru sosok ini tak peduli dengan cara apa pun. Jadilah laris manis obat pelurus rambut, pemutih kulit, pelangsing tubuh hingga dokter bedah untuk kecantikan.

Perempuan gendut dengan kulit coklat atau hitam dicitrakan sebagai perempuan jelek di banyak film-film produksi dalam dan luar negeri. Diopinikan dengan gencar agar para perempuan merasa malu menjadi gendut dan berkulit yang tidak putih. Jadilah para perempuan bukan lagi sibuk mengurusi akhlak, up grade otak, dan iman tapi malah pusing mikirin berat badan, kosmetik terbaru apa yang lagi in, atau baju model apa yang lagi musim. Bagi yang berduit operasi plastic memancungkan hidung, sedot lemak, menghilangkan kerut wajah hingga (maaf) payudara pun dipermak disana sini.

Bulimia dan stress berat menjadi hal yang biasa. Jangankan bersyukur, yang ada malah iri hati dan jelas dengan kelebihan fisik yang dipunyai oleh perempuan lain. Saling benci dan menjatuhkan satu sama lain menjadi pemandangan sehari-hari. Kecantikan fisik sama sekali gak berbanding lurus dengan kecantikan akhlak dan sikap. Seperti inikah gambaran cantik yang kita inginkan?

....Si cantik atau the beauty adalah seseorang yang padanya terpancar kecantikan alami dan sejati....

Siapakah si cantik beauty?

Si cantik atau the beauty adalah seseorang yang padanya terpancar kecantikan alami dan sejati. Bukan cantik yang pura-pura dengan memakai topeng atau pun kesemuan yang pasti akan luntur.

Si cantik ini adalah yang mempunyai beauty luar dalam dengan bukti akhlak yang baik, otak yang cerdas dan paling utama adalah iman yang mantap. Kamu bakal bisa merasakan seseorang itu cantik ketika kamu merasa damai di dekatnya. Kamu gak bakal terlukai karena pedasnya perkataan. Sebaliknya, kamu akan merasa selalu bisa introspeksi bila berinteraksi dengannya.

Kulit si cantik selalu terlindung di balik kain kerudung dan jilbabnya. Hanya laki-laki yang bertanggung jawab saja yang mampu menyibak pesona kecantikan alami di baliknya. Bukan tropi kuningan, segepok rupiah atau pun secarik kertas penghargaan. Tapi nilai kecantikan perempuan ini adalah dunia akhirat. Tak ada harta dunia yang mampu membelinya.

Biar kata secara fisik tidak cantik menurut pendapat orang lain, perempuan jenis ini tak pernah ambil pusing. Kurus atau pun gendut bukan masalah besar lagi asalkan pola hidup sehat telah dijalankan. Karena tak dipungkiri ada perempuan yang membawa gen keluarga yang memang bertubuh gendut meski pola makannya sedikit. Begitu sebaliknya, ada perempuan yang sulit gemuk meski sudah berusaha makan banyak.

Kulit tak harus putih asal selalu ditutup dengan sempurna sesuai perintah Allah. Hidung pesek, bibir yang tak setipis Cindy Crawford, dan dagu yang sederhana tidak seseksi dagu Nadine Candrawinata, itu semua gak masalah sama sekali. Bahkan Maha Sempurna Allah Yang Maha Tahu proporsi ideal wajah perempuan. Meski pesek tapi masih terlihat manis apalagi dengan ghodul bashornya (menundukkan pandangan) mata karena takwa. Bibir meski tak tipis tapi selalu basah dengan dzikrullah dan kalimat yang baik menjadikannya terlihat indah.

....Kulit tak harus putih asal selalu ditutup dengan sempurna sesuai perintah Allah. Bibir meski tak tipis tapi selalu basah dengan dzikrullah dan kalimat yang baik menjadikannya terlihat indah....

Sungguh, kecantikan alami akan terpancar dari perempuan semacam ini. Bila ada senyum terukir, bukan demi gelar acara beauty pageant. Tapi semata-mata keramahan tulus yang hadir bernilai sedekah dan menuai pahala. Pancaran matanya bening bukan genit. Ayunan langkahnya ringan ke majelis-majelis ilmu dan dakwah. Cantik jenis ini tak akan pernah lekang dimakan usia dan zaman. Jadi meskipun satu ketika nanti masa muda pergi dan digantikan oleh masa tua, perempuan ini akan tetap terlihat cantik di mata siapa pun yang memandang. Yang begini ini neh yang pantas disebut inner beauty sejati.

Siapakah si jelek (the beast)?

Si jelek atau the beast adalah mereka yang mempunyai kecantikan semu dan penuh kepura-puraan. Kecantikan yang terpancar darinya cuma sebatas permukaan dan penuh dengan polesan di sana-sini. Semua yang ada di dirinya serba palsu, ya senyumnya, ya ketulusannya, dan lain-lain deh. Mereka ini ibarat mannequin yang bisa berjalan. Tahu kan apa itu manekin? Boneka cantik yang biasa dipajang di took-toko baju, diam tak bergerak, tak punya otak. Namanya juga benda mati.

Kecantikan jenis ini sangat suka dengan kilatan kamera dan rekaman video. Setiap inci senyumnya ada yang nge-shoot. Tanpa itu semua gak bakal dia mau senyum atau pun berbuat baik pada sesama. Demi sekedar mendapat pengakuan cantik, cewek-cewek seperti ini merasa perlu mengikuti berbagai jenis beauty pageant untuk mendapat pengakuan dari para juri. Kasihan banget kan, hanya sekedar untuk mendapat predikat putri tercantik, para cewek ini kudu obral harga diri. Aurat diumbar ke mana-mana, rasa malu sudah tergadaikan karena gepokan rupiah dan iming-iming ketenaran nama.

....Kasihan banget, hanya sekedar untuk mendapat predikat putri tercantik, para cewek ini kudu obral harga diri. Aurat diumbar ke mana-mana, rasa malu sudah tergadaikan....

Jadi kamu jangan terkecoh dengan kecantikan jenis yang ini. Selain gak riil, kecantikan ini juga gak bakal tahan lama. Berapa sih usia seseorang mampu bertahan dengan kulit mulus dan kencang? Beberapa tahun ke depan, kulit luar yang selalu dibangga-banggakan itu akan kendor dan keriput. Biar kata krim awet muda merek apa pun yang dipakai, gak pernah ada krim yang mampu melawan kodrat alam atau sunnatullah. Menjadi tua adalah satu kepastian yang tak mungkin ditolak siapa pun juga, kecuali kematian.

Kalo udah ngomongin kematian, yang namanya kulit semulus apa pun ia hanyalah onggokan benda mati yang segera menjadi santapan cacing tanah. Secantik dan semolek apa pun seorang perempuan, semulus dan sehalus apa pun kulitnya, itu semua tak ada gunanya bila ajal telah menjemput. Bahkan di akhirat kelak, kulit cantik yang kerjaannya umbar aurat ini akan menjadi kulit terjelek yang pernah ada. Kulit itu akan dibakar di api neraka karena suka dipamerkan kepada laki-laki yang tak berhak untuk menikmatinya. Hiii…

Siapa di balik beauty and the beast?

Sesuatu di balik beauty sudah jelas dong. Islam sebagai ideology alias the way of life menciptakan perempuan-perempuan cantik luar dalam. Islam mampu menghasilkan perempuan berkualitas dalam posisinya sebagai manusia sesungguhnya, bukan boneka pun bukan makhluk jadi-jadian. Maksudnya jadi-jadian adalah sosok yang tak mengenal dirinya sendiri dan bahkan merasa asing dengan kepribadiannya sendiri.

Itu semua bisa terjadi karena tak pernah ada keraguan lagi bahwa Islam berasal dari Yang Maha Menciptakan dan Mengetahui kapasitas manusia dalam kedudukannya sebagai hamba. Seluruh aturan hidup yang diberikannya untuk manusia termasuk hamba berjenis perempuan semuanya pas dan klop dengan kebutuhan perempuan sendiri. Sebagai missal perintah menutup aurat ternyata selaras dengan kebutuhan perempuan untuk melindungi kulit lembutya dari sengatan matahari. Tak perlu lagi berbagai jenis krim tabir surya dibeli yang itu semua ujung-ujungnya adalah menguntungkan pengusaha kapitalis. Tapi ingat, ketika kamu menutup aurat bukan karena supaya kulit menjadi sehat loh. Tapi itu semua dijalankan sebagai bukti kepatuhan kita pada Allah SWT. Setuju kan?

Sedangkan sesuatu di balik the beast adalah semua ideology yang tidak sesuai dengan fitroh kemanusiaan, tidak memuaskan akal dan menggelisahkan jiwa. Ini semua dipenuhi oleh dua ideology besar dunia yaitu kapitalisme dan sosialisme. Karena sosialisme telah ambruk sebelum genap satu abad usianya, maka untuk sementara topik ini kita lewati dulu. Fokus kita tujukan pada kapitalisme yang saat ini seakan-akan telah menguasai dunia dengan akidah sekulerisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan.

....Kapitalisme inilah biang kerok semua kerusakan di bumi termasuk hadirnya perempuan-perempuan sebagai the beast alias korban keserakahan para borjuis capital....

Kapitalisme inilah biang kerok semua kerusakan di bumi termasuk hadirnya perempuan-perempuan sebagai the beast alias korban keserakahan para borjuis capital. Ideology inilah yang menyulap perempuan lugu menjadi boneka-boneka manekin yang diberinya pakaian tapi telanjang. Tubuh perempuan yang seharusnya dilindungi diumbar auratnya ke mana-mana demi menangguk untung materi. Wajah perempuan juga tak ubahnya badut dan topeng karena tebalnya lapisan kosmetik membelit kulit. Dari ujung rambut yang penuh semprotan hair spray hingga ujung kaki yang penuh coretan kuteks, menjadikan perempuan tak beda dengan seonggok benda mati.

Kejamnya perlakuan kapitalisme terhadap perempuan sepeti gambaran di atas, tidakkah menggugah hati nurani dan akal kita untuk berontak? cuma mayat hidup saja yang rela dirinya dan ketinggian martabatnya sebagai manusia diinjak-injak sedemikian rupa. So, bila sudah tahu dampak buruk kapitalisme terhadap kehidupan, ayo kita sama-sama campakkan ideologi ini ke tong sampah peradaban. Kita ganti ideologi yang ada dengan sesuatu yang lebih baik dan menempatkan perempuan sesuai dengan harkat kemanusiannya semula. Yup, Islam saja jawabannya. Kesimpulannya, ayo kita perjuangan Islam sebagai ideologi mengganyang kapitalisme yang sudah sekarat. AYO! [ria fariana/voa-islam.com]
0

Marah Sama Ortu? Jangan Deh!

Satu ketika dalam hidup kamu, pernah nggak sih merasa marah sama ortu? Marah karena dianggap anak kecil, marah karena diatur-atur, atau marah karena nggak dipercaya. Gimana rasanya? Ugh….gak asik banget pastinya. Di satu pihak rasa sayang sama ortu itu mendalam, tapi di pihak lain kecewa bin marah juga sedang menggumpal. Kalo kayak gini, apa yang biasanya kamu lakukan untuk meredam rasa negative ini?

Mencoba memahami sudut pandang ortu. Orang bule bilang, put yourself on someone’s shoes. Kalo kamu berdiri sebagai ortu dan bukan sebagai anak, coba kamu bayangkan apa yang kamu lakukan terhadap anak seusiamu yang masih suka keras kepala. Udah gitu yang kamu kudu ingat adalah zaman ortu hidup semasa muda dulu, sangat jauh beda dengan zaman kamu hidup sebagai remaja masa kini.

Zaman ortu dulu tak ada yang namanya HP, CD, PS atau bahkan internet. Zaman ortu dulu tokoh idolanya paling pol Rano Karno atau Yesi Gusman. Nah loh, kamu pasti merasa asing banget dengan dua nama itu. Coba tanya ortumu, kemungkinan besar mereka bakal tahu. Dengan perbandingan dua zaman yang berbeda ini, masuk akal kalo ortumu suka parno (paranoid) menghadapi anaknya yang beranjak remaja. Mereka jadi gampang mengatur, melarang ini itu, menasehati banyak hal, dll. Gak usah marah or bĂȘte, semua itu sebagai bukti bahwa ortu sayang dan peduli sama kamu.

Dua zaman yang berbeda, tak heran bila menimbulkan gap atau jurang yang lebar antara kamu dan ortu dalam memandang dunia. Tak bisa dan tak bukan, kalian yaitu kamu dan ortu harus menjalin komunikasi yang baik agar tidak ada masalah dalam menyikapi segala sesuatunya. Kalo dulu jarang banget ngobrol dengan ortu, usahakan menyediakan waktu lebih sering untuk membicarakan banyak hal termasuk curhat. Jangan takut curhat dengan ortu. Toh, mereka pun pernah muda kan?

....Kemarahanmu terhadap ortu sama sekali tak beralasan. Kondisi ini jelas tak sehat untuk dipelihara di dalam rumah. Jangan diperpanjang deh. Tak ada salahnya kok sebagai anak, kamu mengalah pada ortu, selama itu demi kebaikan kamu. Why not nurut sama ortu?....

Jadi, kemarahanmu terhadap ortu sama sekali tak beralasan, kan? Kalo kamu tetap memelihara rasa marahmu, persoalan bukannya kelar tapi malah berubah jadi rumit. Ortu dan anak jadi tak merasa nyaman dan aman satu sama lain. Kondisi ini jelas tak sehat untuk dipelihara di dalam rumah. Jangan diperpanjang deh. Tak ada salahnya kok sebagai anak, kamu mengalah pada ortu. Mengalam belum tentu kalah loh. Tapi selama itu demi kebaikan kamu, why not nurut sama ortu?

Beda lagi kalo ortu mengajak maksiat. Emang ada? Jangan salah, banyak banget ortu yang kurang pemahaman agamanya, malah mengajak anaknya untuk bermaksiat. Misalnya saja ortu pingin kamu segera pacaran agar dibilang anaknya laku (emangnya jualan kue donat apa hehehe:P). Atau ortu gak pingin kamu pake jilbab bagi yang muslimah karena mereka beranggapan bahwa berjilbab itu kuno. Nah, untuk yang beginian, baru deh gak boleh nurut sama ortu. Tapi tetap, kamu tak boleh marah apalagi berbuat dan berkata kasar pada mereka.

Jelaskan dengan baik dan lemah lembut bila ini terjadi pada dirimu. Sedikit pun tak ada hakmu untuk berperilaku kasar terhadap kedua orang tua. Mereka melakukan itu semua karena ketidaktahuannya. Jadi, tugasmulah untuk menyampaikan kebenaran bahwa berpacaran itu adalah aktivitas mendekati zina dan berjilbab adalah suatu hal yang wajib bagi muslimah. Bila kamu menyampaikannya dengan baik, insya Allah hati mereka luluh dan bisa menerima keputusanmu untuk berjilbab dan menjauhi pacaran.

So, jangan pernah lagi marahan sama ortu ya? ^_^ [ria fariana/voa-islam.com]
0

Tips Jitu Buat Cewek Tomboy

tren cewek tomboy, yaitu style cewek yang sikap dan tingkahnya kayak kayak cowok. (baca: Jadilah Wanita Perkasa, Bukan Cewek Tomboy!) Mulai dari dandanannya, gaya berpakaiannya, rambutnya, hobinya, sampai ke tingkah segala rupa. Cewek-cewek suka pada bangga kalau mereka mendapat sebutan tomboy.

Kenapa sih kudu ada solusi buat cewek tomboy? Ini tak lain dan tak bukan untuk mengingatkan bahwa kamu tuh cewek dan bukan cowok. Segak maunya kamu jadi cowok toh perabotan alami di diri kamu juga tetep cewek. Mau operasi ganti kelamin? Apa iya sebegitu sebalnya kamu jadi cewek sampe berpikir ke sana? Toh sekali waktu meski jarang dalam hidupmu kamu tetap mengakui bahwa kamu tuh emang cewek.

Karena dalam Islam sendiri jenis kelamin tuh Cuma ada dua, kalo gak cewek yah cowok. Gak ada jenis ketiga, cowok yang kecewakan ato cewek yang kecowokan alias tomboy. Makanya bagi kamu-kamu yang merasa tomboy, cepet insaf. Karena Islam sendiri melarang cewek yang bertingkah laku dan berpakaian seperti cowok.

Jadi cewek berani emang boleh dan kudu lagi. Misal, ketika kamu diajak dugem ato ke hal-hal yang gak bener, kamu kudu berani bilang ‘TIDAK’. Gak pada tempatnya lagi kalo kamu diajak gak bener tapi takut nolak. Tapi inget, jadi cewek berani gak harus tomboy dalam kelakuan. Masa iya, kamu mau bawa golok untuk tidak kepada ajakan maksiat. Enggak kan?

Keras kemauan dan tekad itu bagus, bahkan kudu lagi. Apa yang menjadi cita-citamu kamu kudu berusaha meraihnya. Apa yang menjadi prinsipmu kamu kudu pegang dengan kuat. Tapi jangan salah, ntar prinsip gak berdasar kamu ikuti. Misal, kamu berprinsip teguh pendirian gak bakal ikut-ikutan mode pake jilbab. Kamu pingin jadi dirimu sendiri dengan pake jins belel dan kaos oblong tiap hari. Itu bukan teguh prinsip atuh, tapi nekatz. Udah jelas dalam Islam kan jilbab dan kerudung itu wajib, masa iya kamu masih mau ngotot gak mau pake. Kebangetan banget kalo gitu mah.

Tips Jitu Buat yang Terlanjur jadi Cewek Tomboy

Trus gimana dong bagi yang udah terlanjur ngoboy? Gampang. Kamu percaya gak sih kalo Islam itu mendudukkan cewek sempurna pada posisinya yang mulia? Se-tomboy apa pun kamu, Islam tahu bagaimana harus menyikapinya.

Tips pertama : pake kerudung. Biar pun kamu cewek yang suka bersikap tegas dan gak plin-plan ketika mengambil keputusan, kamu tetap berada pada posisimu yang mulia sebagai cewek dengan memakai kerudung. Ato mungkin postur tubuhmu udah dari sononya berbadan kekar dan hampir mirip cowok, maka gak bakal ada orang yang memanggilmu Tono padahal namamu adalah Tini. Kenapa? Karena identitas kerudung kamu itu. Di mana-mana yang pake kerudung pasti cewek gak mungkinlah cowok. Kecuali wadam or banci yang pura-pura pingin jadi muslimah sejati pake kerudung segala.

Tips kedua: pake jilbab. Ini nih yang bakalan bikin kamu jadi cewek tulen. Why? Karena kalo Cuma kerudung kan bisa dipasangin sama apa aja. Sama jins, sama hem lengan panjang, kaos oblong lengan panjang ato bahkan kain yang bikin kamu kayak lemper alias ketat banget. Jangan salah, terkadang di antara kamu yang tomboy, ada kalanya kamu masih pingin menampilkan sisi kewanitaanmu dengan pake yang ketat-ketat. Ngaku aja deh.

Nah, dengan jilbab yang definisinya kamu udah tahu yaitu pakaian longgar terusan menjulur hingga menutup kaki, maka apa pun kamu adanya, kamu tetap dikenali sebagai muslimah. Gak ada tempat lagi bagi celana jins belel, kaos oblong, kemeja cowok dll kecuali itu semua kamu pake dalam rumah ato sebagai baju dalam jilbabmu itu. Oya, kalo kamu berjilbab kudu ada kain pelapis di dalamnya loh, yaitu baju sehari-hari yang kamu pake dalam rumah. Jadi bukannya under wear aja ato bahkan gak ada lapisan sama sekali.

Dengan jilbab dan kerudung ini, maka setomboy apa pun kamu akan selalu diingatkan secara langsung or gak langsung tentang jati diri kamu sebagai seorang wanita muslimah. Selain itu asah kefemininan perasaan cewek kamu dengan kepedulian social, simpati dan empati ke orang lain. [riafariana
0

All About Love: Makin Asyik Bicara Cinta

By: Ria Fariana

Love , cinta, liebe , atau menjadi deretan huruf apapun ia dan dalam bahasa apapun, selalu saja indah dan asyik untuk dibicarakan. Iya nggak sih?

Bo’ong banget kalo kamu sampe menggelengkan kepala. Bahkan topik inilah yang paling universal untuk dibicarakan atau pun dinikmati. Apalagi untuk remaja-remaji seusia kamu, kayak nggak ada tema lain yang mendominasi pembicaraan selain love and love mulu. Iya apa iya?

Sobat muda, cinta emang indah dan nikmat untuk dibicarakan atau pun dirasakan. Cinta ternyata ibarat dua sisi mata pisau yang tajam. Bila tak benar menggunakannya bukan tak mungkin kita malah akan terluka karenanya.

Seperti kata Kahlil Gibran neh bahwa di balik sayap indah cinta, waspadalah ada terselip sebilah pisau tajam untuk mencabikmu. Ciee…nggak usah bingung bagi kamu yang nggak ngeh dengan bahasa kiasan Bung Gibran ini.

Ketika kamu jatuh cinta, dunia terasa indah dan berbunga-bunga. Kamu jadi rajin ke sekolah, rajin belajar, suka tersenyum, nyapa kiri-kanan, dll. Tapi semua itu akan berubah banget ketika kamu dapetin orang yang kamu cintai dengan tulus ternyata tidak membalas cintamu. Hiks…langit seakan runtuh. Lagu Pupus-nya Dewa 19 didendangkan berulang-ulang. Emang enak bertepuk sebelah tangan? Kamu pun merasa jadi orang paling merana sedunia dan selalu terbayang gimana caranya gantung diri di pohon tomat. Tapi apa iya sih, cinta cuma sebatas itu?

….Ketika kamu jatuh cinta, dunia terasa indah dan berbunga-bunga. Tapi semua itu akan berubah banget ketika orang yang kamu cintai ternyata tidak membalas cintamu….

What is love?

Apa cinta itu? Bila ada sepuluh orang kamu tanya tentang pertanyaan ini, akan ada sepuluh jawaban pula yang bakal disodorkan. Bahkan para filsuf dan pemikir dari jaman baheula hingga jaman kiwari masih pada kebingungan untuk mendefinisikan tentang cinta ini. Bahkan ada yang bilang, cinta tidak untuk didefinisikan karena it’s all about feeling (duilee.. sampe segitunya)

Tapi ada satu hal yang kita pasti sepakat, bahwa semua makluk hidup pasti mempunyai cinta. Induk ayam saja rela mengais-ngais tanah demi mendapat seekor cacing demi disuapkannya pada mulut anaknya. Belum lagi kalo kamu berusaha mendekati anak ayam yang masih imut, jangan salahkan bila kamu bakal diterjang sama induknya. Semua itu karena dorongan naluri, rasa cinta.

Apalagi yang namanya manusia, keberadaan naluri mencintai dan dicintai ini sudah built-up diberi dari sononya. Karena rasa ini adalah perwujudan dari naluri mempertahankan jenis atau bahasa kerennya, gharizah nau’. Bisa kamu bayangkan bila seorang suami tidak mencintai istri dan anaknya, maka ia tak akan mau bersusah payah bekerja mencari nafkah. Begitu juga seorang ibu, tanpa cinta tak mau ia merasakan lelahnya mengandung sembilan bulan lamanya, sekitnya melahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya, menyusui hingga dua tahun, dan mendidik serta membesarkan anak-anaknya.

Tanpa cinta, tak mungkin Rasulullah Muhammad SAW menghabiskan seluruh hidupnya untuk berpikir dan berbuat demi umatnya. Bahkan di saat detik-detik akhir kehidupannya saat sakaratul maut menjelang, tahu nggak apa yang diingat beliau tercinta ini? ‘umati…umati’ (umatku…umatku). Bukan menyebut nama anak-anaknya, bukan pula menyebut nama istri-istrinya, apalagi menyebut harta yang memang tidak beliau punya, tapi Rasulullah menyebut umatnya. Termasuk kita yang hidup ribuan tahun jaraknya dari beliau pun sudah disebut dalam lisan sucinya.

Betapa beliau mengkhawatirkan umatnya dengan penuh cinta. Malu nggak sih kita bila mengingat ini, sedalam apa balasan cinta kita untuk Rasulullah SAW? Maka sungguh indah senandung lagu milik Bimbo dengan penggalan lirik seperti ini:

‘Rindu kami padamu, ya Rasul, rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa dikau di sini’.

….Semua terjadi dengan begitu teratur, begitu indah, dan begitu setia. Tentu dari Yang Mahamemiliki cinta itu sendiri, Allah SWT….

Siapa sih yang nggak merasa cinta pada sosok mulia ini? Pasukan perang Tabuk rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng anak panah demi menyelamatkan sang Nabi tercinta. Tubuh dan nyawa mereka tak ada artinya dibandingkan dengan keselamatan sang Rasul mulia. Bahkan ketika mendengar berita tentang isu wafatnya Rasul, semua sahabat menangis tersedu-sedu. Dan ketika mendapati beliau masih hidup tetapi dengan luka sekujur tubuh, para sahabat lega meski masih merasa sedih dengan terlukanya sosok yang dicintai. Ingin rasanya mereka menjadi pengganti rasa luka itu selama bisa mengurangi rasa sakit yang diderita Rasulullah akibat tusukan pedang dan anak panah. Semua itu mereka lakukan karena cinta.

Bila kita mau menoleh pada hal lain barang sejenak, akan kita dapati matahari yang bersinar tanpa syarat ke bumi, hujan pun turun untuk membasahi ladang gersang, dan tanah yang masih juga menumbuhkan tanaman buat manusia.

Semua itu terjadi dengan begitu teratur, begitu indah, dan begitu setia. Dari siapa? Tentu dari Yang Mahamemiliki Cinta itu sendiri; Allah SWT.

Perwujudan cinta

Lalu bagaimana dengan kita? Dengan apa kita harus membalas semua rasa cinta yang pernah, sedang, dan akan terus kita rasakan hingga akhir hayat kita itu? Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Kamu pasti tahu dong, beda panjang jalan dan galah. Jauh banget kan? Kalau kasih ibu saja sepanjang itu, lalu bagaimana dengan kasih dan cinta Muhammad saw. pada umatnya? Lalu bagaimana lagi dengan kasih dan cinta Allah SWT pada kita? Sungguh, seandainya seluruh pohon di bumi ini dijadikan pena dan air laut sebagai tintanya tetap tak bisa melukiskan sedalam dan sejauh apa cinta Allah pada kita.

Pernahkah kita merasakan dengan sadar cinta Allah dalam setiap tarikan dan hembusan nafas? Dalam setiap langkah yang kita buat, dalam setiap detik waktu yang terlewat, pernahkah itu kita sadari? Semua itu ibarat matahari, yang karena terbiasanya kita dengan sinarnya kita jadi lupa pada jasanya.

….Pernahkah kita merasakan dengan sadar cinta Allah dalam setiap tarikan dan hembusan nafas? Dalam setiap langkah yang kita buat, dalam setiap detik waktu yang terlewat….

Bayangkan bila sedetik saja Allah menarik pasokan oksigen untuk kita hirup, makhluk seisi dunia bisa kelabakan. Tapi Allah begitu sayang dan cinta terhadap kita sehingga tak peduli orang yang durhaka terhadap-Nya juga diberi pasokan oksigen yang sama dengan mereka yang taat. Meski tentunya ada konsekuensi juga kan? Mereka yang taat jelas tempat kembalinya di akhirat; surga. Begitu pun dengan yang durhaka sudah dintentukan tempatnya; neraka.

Sobat muda muslim, pernah nggak kamu dicintai oleh orang lain yang begitu tulus mencintaimu tanpa pamrih? Apa yang ingin kamu lakukan? Kamu pasti berusaha membalas ketulusannya dan berusaha mencintainya dengan tulus pula.

Lalu, bagaimana dengan membalas ketulusan Allah dan rasulNya yang sudah begitu mencintai kita tanpa pamrih? Yaitu dengan berusaha menjalankan perintaNya dan menjauhi laranganNya.

BTW, kalo kamu sedang jatuh cinta, apa sih yang akan kamu lakukan demi si dia? Kalo si dia nggak suka liat kamu pakai baju merah, pasti kamu nggak bakal pakai baju itu demi menyenangkan hatinya meski sebetulnya kamu setengah mati suka warna merah. Jika si dia suka banget makan bakso kamu pasti berusaha setengah mati bisa mentraktirnya makan bakso meski kamu lagi kanker alias kantong kering. Kenapa bisa begitu? Karena cinta identik dengan ketaatan. Identik dengan keinginan untuk membahagiakan. Itu pulalah yang ingin kita lakukan bila ingin membalas cinta Allah dan RasulNya. Wajar dan sangat adil kan?

Bentuk riilnya?

Ketika kamu melaksanakan shalat lima waktu dan puasa Ramadhan, kamu sedang melakukan sebentuk bukti riil cinta kepada-Nya. Tapi itu belum cukup, karena Islam bukan hanya agama ritual saja. Ketika kamu menutup aurat, kamu melakukannya karena cinta. Ketika kamu patuh dan sopan pada orang tua, sayang pada yang lebih muda, ringan tangan pada saat orang lain membutuhkanmu, bersedia mendengar keluh kesah kesedihan teman yang lagi durundung duka, itu semua juga sebagian bukti cinta.

Ketika kamu menasihati temanmu untuk tidak berpacaran dan tidak suka membolos, itu juga bukti cinta. Ketika kamu tahu menjalankan syariat Islam adalah wajib dan kamu mendakwahkannya pada yang lain, itu juga bentuk cinta. Bahkan tersenyum pun (asal bukan senyum yang TP alias tebar pesona yah) itu juga bentuk kecintaan kita pada sesama.

Jangan mentang-mentang kamu udah ngaji duluan, lalu merasa sok bener sendiri tanpa mau membagi cintamu itu dengan mendakwahkannya. Emang surga milik kamu sendiri? Nggak kan? Alangkah enaknya surga itu bila kita bisa menghuninya beramai-ramai. Bukankah kamu lebih suka rumahmu didatangi banyak temanmu daripada bengong sendirian nggak ada yang diajak ngomong. Tul nggak?

Cuekin aja kalo ada temanmu yang suka becanda bilang ‘Enak lho masuk neraka bisa ketemu bintang film macam Britney Spears, J-Lo, Mas Nunu alias Keanu Reeves or Brandon’. Anggap saja mereka adalah orang-orang yang membutuhkan sentuhan cintamu dalam bentuk dakwah, amar makruf nahi munkar. Jangan benci mereka dan jangan pula dijauhi. Sentuh akal dan perasaannya sehingga mereka dapat memperoleh hidayah dan ‘terjerumus’ dalam cinta; Islam.

Karena cinta

Yup, benar sekali bahwa semua kejadian di dunia ini tidak pernah terlepas dari yang namanya cinta. Mulai dari nongolnya kamu di dunia ini adalah hasil pertautan cinta ibu-bapakmu sampai kamu bisa beriman dan berislam hingga hari ini juga karena cintanya Rasul terhadap umatnya, juga cinta Allah terhadap hambaNya. Cinta bukan melulu Tejo yang naksir Surti, tidak selalu sang putri yang menunggu pangeran idaman datang meminang. Tapi cinta adalah kehidupan itu sendiri.

….Semua kejadian di dunia ini tidak pernah terlepas dari yang namanya cinta. Karena cinta adalah kehidupan itu sendiri….

Pernahkah kamu menikmati setiap aliran cinta yang merambati tubuhmu di saat kamu menarik nafas segar di pagi hari, merasakan sejuknya embun yang menetes di wajahmu, dan bugarnya badan untuk memulai beraktivitas? Bila belum, cobalah. Pejamkan matamu dan rilekskan pikiranmu. Maka biarkan ada yang bening mengaliri sanubarimu. Oksigen yang terhirup, embun yang lembut, sinar mentari yang hangat, tubuh yang sehat, iman yang kuat dan pikiran yang mantap, itu semua ada karena cinta.

So , kamu-kamu udah pada ngeh kan, bahwa cinta bukan melulu seperti yang kamu pahami selama ini, sekadar hubungan taksir-menaksir antar lawan jenis.

Cinta ternyata bisa begitu luas dan indah. Semoga artikel cinta ini bisa membuka hati dan akalmu tentang makna cinta itu sendiri. Sehingga kamu pun bisa melangkah dengan mantap di kehidupan dengan menaburkan sebanyak mungkin cinta kepada sesama.

Bukan cinta sempit yang sulit dibedakan dengan nafsu, tapi lebih mengarahkan arti cinta kepada kebenaran itu sendiri, yakni Al-Islam. Agama yang selama ini menjadi pilihan hidup kita. Nggak berlebihan kan? Bahkan tulisan ini pun dibuat juga karena cinta kami pada kamu, sang calon pemegang tongkat estafet dakwah di masa depan. Sungguh, betapa indah dan ringan semua hal bila kita mendasarkannya karena cinta. Yakinlah ^_^ [voa-islam.com]
0
Rabu, 16 November 2011

Yakin dia Sahabat Terbaik Kamu?

Temen, sohib, karib, sahabat ato apalah namanya, pasti dah jadi bagian dari kehidupan kita sehari- hari. Bayangin aja kalo idup tanpa mereka, dunia bakal terasa garing banget plus sepi.

Bgaul itu dah jadi kodrat manusia. Nggak da manusia yang nggak btuh orang laen. Yang dah mati aja pasti masih butuh orang laen buat ngebawa dia. Kan nggak lucu juga kalo doi bakal jalan sendiri ke kuburan, ya toh?. So, nggak di sangkal lagi kalo bgaul itu naluri dari lahir manusia. Tapi.. nah niy masalahnya, yang perlu kita waspadai yaitu dengan siapa kita gaul? Apa iya sih kita kudu milih teman?

Pertemanan itu ada tingkatan lepelnya juga. May be cuman sekedar teman kenalan, trus ada yang teman biasa seperti teman maen, atau temen kelas, dll. Ada juga teman yang lumayan dekat gara- gara kita biasa ketemu atau malah curhat sama dia. Yang ini nih yang biasa kita sebut dengan temen gaul. En yang terakhir, yang porsinya lebih deket lagi, yaitu yang biasa kita sebut sahabat.

Apa kamu pernah denger salah satu nasehat dari ortu, yaitu kalo `Bteman jangan suka milih-milih` ? Biasanya sih tuh kalimat sasarannya adalah buat yang pada sombong, en maunya bgaul ma yang selevel ajah. Nah paaas bener tuh sama yang di sabdakan nabi kalo definisi "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim). Emang, siapapun pasti nggak bakalan nyaman begaul ma teman yang hobinya ngerendahin orang kan.

Trus kalo soal milih temennya sendiri, pada prakteknya dalam bgaul kita juga kudu seleksi tuh teman- teman loh ternyata. Cuman kriterianya ajah yang kudu pas, yaitu kriteria atawa syarat- syarat yang bakal bisa nuntun kita jadi remaja yang baik, syukur- syukur bisa lebih baek dari sekarang.

Trus apa aja sih kriteria yang bisa ngejadiin kita remaja yang baek? Pastinya, kriteria yang bdasarkan pada kebaikan. Maksudnya, teman yang kita pilih harusnya mereka yang akhlaknya baek, jujur, rajin belajar, gemar menabung, hee...dll, dsb.

Sirius nih ya, ibarat virus penyakit, kebaikan ato kejelekan temen kita itu bakal menular ke kita. Nggak sedikit loh contohnya, temen kita yang tadinya alim, gara- gara salah salah gaul jadi suka ngerokok awalnya, trus lama- lama eh nggak taunya sekarang bermetamorfosis jadi bandar narkoba, Astagfirullah.

Maka itu, kita kudu ingeeet baek- baek pesan Rasulullah yang manteb niy, cekidot yach...

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Trus juga, di hadits lain Rasulullah bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)

Lanjut!! Imam Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”

Saran deh ya, Kalo ada ekskul Rohis di skul ato lingkungnan kamu, jangan buru- buru alergi dah. Tuh justru kesempatan buat kamu supaya ngerti jalan idup yang bener kya gimana. Asli` deh, bakal banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa kamu jadiin contoh. Orang- orang yang sholeh, bakal dengan tangan terbuka nrima kamu, apa adanya. Catat ye, apa adanya. Nggak pke pra syarat apapun cuy. Malah kalo bisa kalo kamu belum tau, mereka insyaAllah bakal nunjukin kamu ke arah yang bener. Karena insyaAllah mereka dah pada ngerti, kalo mukmin itu bersaudara. En ukhuwah Islamiyah itu adalah karena Allah swt.

Deket ma orang sholeh tuh bakalan adem boss. Kalo nggak percaya, cari aja deh tandingannya di luar yang bisa ngebuat batin kamu adem, pasti nggak bakal sedahsyat kalo lagi gaul ma mereka. Soalnya tujuan persahabatan yang ada, juga karena Allah aja. Apa adanya, bukan ada apanya. Kan bakal enak tuh kalo pas iman kita turun, eh ada sahabat yang ngingetin kita, trus akirnya kita yang melenceng jadi lurus lagi. Berkah bener kan berteman karena Allah aja? Selanjutnya, simak baek baek yang ni...

Sebuah hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda: "Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada, tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka." Rasulullaah saw bersabda, "Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih" Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (TQS Yunus :62)

Trus、Allah Subhanahu wata`ala juga sudah menjelaskan gimana keadaan orang-orang yang salah gaul di Al-Qur'an. Cekidot nich...

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)

Fiuuhhh... ternyata temen juga bisa nyumbangin pencatatan sejarah idup kita bro. Mangkanya, mumpung masih muda, kudu pinter- pinter pilih en pilah temen. Soalnya bakal ada peluang yang besar loh buat ngedapetin naungan di akhirat,di mana saat tuch nggak bakal ada naungan kecuali dari Allah swt. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda, ada 7 kategori orang yang mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya yaitu pemuda yang menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah swt. Kategori lainnya yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula.

Yah emang siy, no body`s perfect gituh. May be pikiran dari salah satu kalian bilang, jangan- jangan tar baek tapi kekurangan dia yang laen malah nyiksa kita, nah lo bgimana tuh?. Kalo mang gitu masalahnya, pokoknya yang kudu kita ingat cuman satu, kalo idup cuman satu kali pren, en jangan ampe salah buat pilihan salah satunya tentang milih temen. Dan siapapun mereka, yang pasti mereka bisa membawa kita lebih dekat dengan Allah subhanahu wata`ala. Itu aja kuncinya pren.

So, good luck buat kamu yang pengen ngedapetin temen en memilih memilah teman, smoga pilihan kamu kali ini en sterusnya nggak salah lagi yach. aamiin.

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

Pren, Ternyata "Dengkul" Nggak Selalu Jadi Modal Yang Baek

Udah pernah liat blon gaya anak muda yang jadi preman pengkolan? Biasanya deadline kerjaan tiap ari gradak gruduk kurang jelas. Sekolah juga dia tinggalin cuman karena pengen maen ato alesan males.

Tuch tadi kalo soal skill, pren. Nah, kalo soal tata krama, banyak yang komen kalo anak muda sekarang pada amnesia tentang cara ngehargain orang tua. Mereka lebih suka selera barat, en nggak mau tau soal tata krama.

What??!!??. Deuh, rasanya nggak trima banget kan kalo ngedenger judgement yang macam niy? Walopun ya nggak ngingkarin juga sih, emang ada yang macam bgono, tapi kan nggak semua juga kali. Nah sayangnya oknum- oknum tuh yang justru banyak ngotorin reputasi baek anak muda.

Tapi nggak bisa di salahin juga bro, yang namanya anak muda dimana- mana pasti jadi sorotan. Bukan apa- apa sih, positip thinking aja dah, kali mereka tlalu sayang ama kita, karena mereka banyak bharap ama kita yang muda- muda. Scara orang tua mana yang nggak bangga punya anak yang pinter,sopan en pande ngehargain ortu en orang laen?. Mo di bilang apapun juga dah, mereka, ortu kita tuh, yang paling berjasa ma kita. So boleh en pantes donk kalo mreka bharap banget dikit ke kita.

Ngemenk- ngemenk soal bales jasa ke ortu, kamu tar kalo dah dewasa bakal mau jadi paan? yang bisa bikin bangga ortu gituh. Kalo ada diantara kamu yang ngejawab, "blon jelas alias masih kabur", so tentuin aja dari sekarang. Bilang ama diri sendiri " ku tau yang ku mau". Dengan gitu, insyaAllah, arah hidup kamu pada jelas jalannya kemana. Soalnya pren, waktu adalah modal utama kita yang muda. dan waktu nggak kan pernah bisa balek lagih.

... Waktu adalah modal utama buat kita yang muda- muda ini. Dan waktu kalo dah pergi, nggak kan pernah bisa balek lagih....

May be kamu bisa mule dengan sekolah yang bener. Maksudnya bener- bener sekolah, nggak malah nongkrong nggak jelas dijalanan, ato skedar bolos ama temen- temen buat maen di luar. Wah, kalo ajah mereka tau pren, tanpa kita sadari kita bakal ketinggalan jaoh banggets. Soalnya, di dunia inih cadangan orang pinter dah pada bejibun. Nggak percaya, salah satunya Kim Ung-Yon. dia dapet julukan manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia. Doi Lahir pada tahun 1962. Bayangpun, di umur 4 tahun, dia sudah bisa ngebaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris, ck ck ck. En di umur 5 tahun dia dah mampu mecahin soal- soal kalkulus. Dia kecatet di Guinness Book of World Records sebage "Highest IQ". fiuhh cadazz!!. Nah kita?

Trus buat kamu yang ternyata belum beruntung ngedapet kesempatan sekolah, jangan kawatir pren. Pas waktu kita lahir ke dunia, Allah pasti membekali kita dengan bakat. Nah, cuman kya berlian yang belon diasah ajah, bakat kamu may be belum banyak keluar jadinya. Yakin deh, banyak orang sukses walo dulunya mereka nggak mampu sekolah. Dengan kerja keras dan akhlak yang baek, insyaAllah kamu bakalan sukses. Pren, kan dunia ini masih banyak ngebuka lowongan untuk orang yang jujur dan baek. Mereka, orang baek dan jujur tuh, InsyaAllah akan ditrima dimanapun mereka berada. Soalnya, tambah lama, stok orang beginian tambah menipis bro.

... Dunia ini masih ngebuka banyak lowongan untuk orang yang jujur dan baek....

Tapi juga, jangan cuman ngejar urusan dunia pren, soalnya tuch semua hanya sementara ajah kita nikmatin. Justru yang urusan akheratnya yang kudu no nomor satukan.

Kamu bisa mule dengan ngedisiplinkan diri buat ngatur waktu ngaji. Tak kenal maka tak sayang pren, kata orang dulu kan gitu. Kita nggak kan kenal Allah kalo kita nggak belajar tentang islam secara mendalam, kalo dah gitu gimana kita bisa bakalan sayang toh.? Selain itu, dengan ngaji kamu jadi jelas en makin jelas, arah hidup kamu nich mau kemana. Nggak macam orang yang kesesat di hutan tanpa bawa kompas, bakal muter- muter aja nggak jelas. Dengan Islam, kamu jadi bakal tau kalo menjadi pinter ato baek aja nggak cukup pren, tapi harus juga kudu beriman.

Emang ya, kalo dipikir- pikir tenyata sayang banget yah untuk tiap detik yang udah kita tinggalin. Mangkanya pren, mumpung masih muda, masih banyak waktu, banyak- banyakin cari ilmu. Kita bhadapan ama jaman gini nggak bisa cuman pake modal dengkul, alias nggak pake usaha sama sekali ato cuma berdoa en pasrah ajah nunggu kebaikan buat kita jatoh dari langit. Yakin deh, dengan serius menuntut ilmu akherat en dunia, kita bakalan sukses dan nggak akan ketinggalan banyak ama yang laen. Nggak da usaha yang sia- sia InsyaAllah kalo kamu bener- bener serius, Allah pasti bakal nolong kamu. Percaya deh, nggak ada pertolongan yang lebih baek selain pertolongan Allah. Aja.

So buat kamu semua, anak muda. Kamu adalah makhluk yang amazing. Badan kuat, semangat hebat, kesempatan apa aja masih kebuka, emang nggak ada yang ngalahin nikmatnya masa muda. Jangan sia- siain bakat yang dikasih sama allah gitu aja. dengan modal iman, pinter en juga berakhlak baek, maka kesempatan yang baik insyaallah juga akan selalu melingkupi kamu dimanapun kamu berada.Dan apapun itu, hati- hatilah dalam melangkah, karena masa muda bukan masa yang gratis, semua bakal tutup buku, dan abies itu bakal ada sidang pertanggung jawabannya di hadapan Allah subhanahu Wataala.

(NayMa/ Voa-islam.com)
0

Liat Nich, Akulah Sang Jagoan !!

Pernah nggak liat orang yang perawakannya, sangar. Matanya melotot en nggak bisa merem. Mencorong. Persis lampu petromak yang baru dikompa pake lampu baru. Dadanya turun naek. Mungkin kalo ada telor ceplok ditaruh diatasnya, langsung pada mateng, soalnya jiwanya panas membawa, hee...Kepelan tangannya juga gak brenti-brenti. Soal beklai itu jadi makanan seari-ari. Skali orang bikin ribut ma dia, beeeuuh gasak abiees.....
Wataaauuu!!!........
Tinggal pilih ajah, UGD apa kuburan. Wihh sadizz!!

Dia ngakunya jagoan nggak kenal takut. Jam terbang bertarung en area eksperimen tawuran udah tingkat tinggi bang bro. Liat noh kumisnya baplang. Badannya tinggi gede. Kalo cuman dikerubutin dua orang mah kecil. (Tapi kalo lebih dari itu, ya keder juga kali`, hee..). Nggak cuman tuh, liat noh CV nya, motto hidup `senggol bacok`, `ngebut benjut` ato kalo nggak "Lu asik gue santai, lu usik gue bantai".

Ya tapi gitu dee...Buat dia sih kya gitu udah yang paling gaya abiez tuh, padahal buat yang nonton mah alisnya udah naik turun ajah mereka, sambil ngebatin, `Ya Allah Ya karim, ksian amat idupmu mamen. Mo tampil en di hormatin ajah ampe dibela-belain ampe btingkah konyol kya gituh. Belon lagi yang pada pake jurus kekebalan. Ktanya biar tahan dibacok, nggak nembus peluru, dll dsb. Alhasil, jimat- jimat pun bersliweran dimana- mana, yang bahan- bahannya terdiri dari segala bawa merah pula di ronce lah, plus sedikit kayu manies lah. Ya Allah dah kya mau buat kolak buat takjil ajah ya.

Coba deh, buat kamu- kamu yang merasa jadi tersangka dari kriteria diatas, break aja barang bentaran, en kasihani idup kamu sendiri atu menit ajah.

Emang kamu nggak kenal kah arti kasih sayang sampe yang ada dipikiran cuman sekedar kekerasan? Ato jangan- jangan ini adalah cara tercerdas yang kamu punya untuk menyelesaikan masalah, yaitu dengan kekerasan? Kalo bukan, coba cek level kesabaran kamu, jangan- jangan ukurannya masih lebih dalem sungai ciliwung dari pada sabarnya kamu?

Pren, sejagoan- jagoannya kamu semua, nggak kan pernah bisa ngalahin yang namanya Allah Subhanahu Wata`ala. Nggak sah jaoh- jaoh dah, dengan sebutan jagoanpun, kamu nggak kan mungkin bisa mindahin matahari terbit dari barat en tenggelam di timur. Ampe keriput akut dah, juga nggak bakalan bisa. Sebutan jagoan juga nggak kan bisa ngebuat kamu ngebekuin panasnya api neraka.

Mau tau? Inget- inget ya yang ini,

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata: Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Api kalian ini yang digunakan manusia untuk menyalakan sesuatu adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian bagian (panasnya) api neraka. Para Sahabat berkata: Demi Allah sesungguhnya api ini sudah cukup (untuk menyiksa). Beliau bersabda: Sesungguhnya api neraka itu lebih panas dari api dunia enam puluh sembilan kali semua panasnya sama.” (HR. Bukhori:3265, Muslim:2843).

Nah kan, itu baru sedikit gambaran kalo ternyata kita manusia sama sekali nggak da apa- apanya. Mangkanya, apa gunanya bangga en petentang petenteng sok jagoan, yang ada malah ngebuat kamu semua tambah di bilang sombong.

Ngomong- ngomong soal sombong nich ya, masih ingat nggak nasib parah si iblis. Dia dulu juga hidup di surga tau, malah pernah dialog sama Allah. Tapi naas banget, dia diturunkan ke dunia en jadi dedengkotnya neraka ampe selamanya, cuman gara- gara satu hal aja. Dia sombong. Dia nggak mau sujud sama adam, walo tuh diprintah langsung sama Allah. Sebab musababnya adalah dia ngerasa lebih baik dari Adam. Jadi, ya gitulah nasibnya sekarang.

Nich baca ndiri deh barang buktinya,

`Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?". Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (Qs. Al Hijr: 28-38)

Ok, trus pertanyaannya kemudian, Emang pada mau apa jadi anggota fans club alias pengikutnya iblis?

Naudzubillah...

Pren, dame itu indah lagi. So, jangan ngebuat diri kamu sendiri jadi terlihat NGGAK pinter karena cuman pengen dipanggil jagoan, trutama dengan ngumbar nafsu kamu yang hobi brantem en kekerasan. Allah mencipta manusia lebih dari makhluk yang laen. Manusia juga dikaruniai mulut buat komunikasi en diskusi, trus walopun dikasih nafsu tapi juga dikasih akal, biar nggak macam hewan ajah yang main serampangan. Coba deh, alihin perhatian kamu ke label jagoan yang laen, yang lebih positif, contohnya jagoan belajar, jagoan nyenengin hati ortu, jagoan ngebimbing adek, dsb, dll. InsyaAllah nggak da ruginya kalo itu mah, yang ada malah orang-orang makin akan sayang ma kamu.

Tapi.. tapi..tapi

Tapi beda kasus kalo kamunya emang nggak salah, trus di dholimi. Kadang emang orang perlu pke fisik untuk membela diri, dan yang nie bukan brarti kamu sok jagoan, tapi emang kamu pure membela diri. Kya semut juga tuh walopun kecil tapi kalo disakitin ya nggigit laaaa.

Contoh laen, seperti kalo ada yang ngehina ato ngrendahin Islam contohnya. Bkan provokator nich, tapi emang Islam tuh kehormatan kita. Emang mereka siapa sok-sok an ngehina Allah. Allah yang ciptain mereka, ngasih rejeki, ngasih nafas, ngasih nyawa, dsb, dll. Allah juga yang punya langit dan bumi. Coba bayangin kalo Allah ngusir mereka yang pada kurang ajar tuh, nah lo mau jadi gelandangan dimana bang bro?. Ato apa jadinya kalo kegiatan bernafas di berlakukan cuti dulu barang sehari ajah. Waaah, bisa gawat kan.

So, buat hal- hal prinsip trutama berhubungan dengan akidah en kesucian agama kita, kita musti bela abis- abisan dah. Tuh BUKAN sok jagoan tapi mang kudu, alias wajib. Kalo pke cara halus nggak bisa, ya... Lu jual gue beli dah. Seperti Ilmu lebah, kalo dia nggak diganggu, dia juga nggak bakal nyengat. Tapi sekalinya di usik apalagi sampe ngobrak ngabrik, ampe mana juga, di jabanin dah.

Tapi kalo soal dunia mah, sebagai seorang muslim,nggak sah pke main otot kali`. Islam itu agama yang membawa rahmat bagi semua makhluk. So buktiin kalo kamu bisa jadi pencerminan orang Islam yang mendamekan.

Insyaallah masih banyak cara waras yang laen untuk ngatasi masalah dunia yang ngebuat kita lebih terhormat en dihargain orang lain. Asli, kesombongan ato sifat sok jagoan nggak kan beri kamu apa- apa kecuali hanya semakin rendahnya kamu dimata Allah dan sesamamu. Pren, di idup kita yang sekali aja ini, apa iya kita mau cuman sekedar jadi yang rendahan cuman karena rela jadi budak nafsu kita sendiri?

Nich bukan kampanye buat ngidupin kelembutan hati loh. Cuman sekedar bahan koreksi buat bareng- bareng en kalo sesama sodara muslim kan emang kudu saling ngingetin lah. Kesamaan kejadian atopun TKP bukanlah kesengajaan. Tapi bagi yang merasa, Alhamdulillah, hee... moga bisa jadi masukan yang membangun buat kita semua. InsyaAllah

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

Aku Bangga jadi Orang Islam

Aku bukan orang religius. Sama sekali bukan!!. Tapi kalo ditanya apa agamaku, ya pasti Islam laaa. Cuman ya dari dulu yang aku tau, kalo Islam emang cuman sekedar sholat, ngaji, ato sukur- sukur kalo ada duit kasih deh zakat sama fakir miskin. Paling juga nggak jaoh jaoh dari itu. Tapi pada prakteknya, aku ngrasa emang ribet en capek.

Gimana nggak ribet dah, contoh ajah soal sholat nich. Subuh- subuh, jam paling enak bobo tuh, eh ada yang teriak- teriak, adzan bozz. Asli ngeselin banget. Abies tuh disuruh cuci muka, cuci kaki, wudhu. Ya ampyyyuuun. Yach mau nggak mau dah. Soalnya kalo nggak, adek cewek ku man!! yang sok alim itu tuh, bkal nggedor nggedor pintu dah kya juragan petasan cabe ajah. Ditambah dia bdendang plus kotbah jumat yang panjang kali lebar kali tinggi... ampe sharian plus 24 jam non stop. Belon lagih tuh bibir pake acara manyuun ampe 100 m. Hiiih untung adik, coba kalo nggak bkalan ku kucir dah tu bibir.

En itu nggak yang cuman kali ajah. Asli, super duper berat banggetz, en nich baru soal sholat. Aku malah disuruuh lima kali, dalam sehari coy, bkan seminggu. Hah!! jadi malah pengen marah kan!!!. Aku jadi berpikir, kenapa sih aku mau- maunya jadi orang islam, padahal riweh bener gini.

Asli`, dalam pikiranku, aturan nich agama ribet susah en berat. Yang paling kerasa efeknya pas di rumah. Aku jadi sering jadi bahan kritikan adikku. Msak kalo aku pake pakaian yang rada funky dikit, dengan santainya dia bilang, `Kak.. jangan suka menyerupai orang kafir deh. Jadi orang Islam tuh kudu bangga ma identitas kita kak`... bla bla bla. Halahh..Emang dia nggak nyadar apa, kalo pakean nya ndiri dah kya karung gula gituh. Cantik kan emang buat di pajang kan bro, trus knapa malah dibungkus- bungkus kya lontong gituh. Trus kalo kya gini, siapa yang kunooooo? Heh dasar emang tuch anak nggak ngerti mode.

Rambutku yang gondrong pun nggak luput dari kamera kritikannya. Masih aku ingat dia selalu bilang `Kak, kalo cowok tuh nggak boleh menyerupai cewek. Allah bisa marah tau`. Selesai ampe sini??? belooonn sodara- sodara!!.

Adikku yang paling manis itu frekuensi suaranya melengking dah kya kaleng kerupuk yang dipukul, kalo lagi ngedenger suara musik keras dari kamarku. En paling parahnya, dia nggak kasih aku pintu masuk kalo aku abies pulang dugem.

Semua `penyiksaan` nggak cuman sampe disitu. Dia paling demen nyembunyiin semua rokok- rokok ku. En dia pasti siaga satu kalo pacarku dah kerumah. Yaaah, mana asik berduaan malah dia duduk ditengah. Keki laaa. Apalagih. Asli` lama- lama panas juga nich telinga.

Tapi ya....Emang sih walopun adikku lebih cerewet dari mamaku ataupun tukang jamu yang biasa mangkal depan rumah, tapi kalo soal perhatian en kasih sayang ke aku, dia yang paling nomer satu. Cuman itu ituh kalo dah menyangkut masalah agama, aku nyerah dah ma dia. Ampe kdang aku mikir loh, keajaiban dari mana sih yang ngebuat nich makhluk atu ampe bertahan segitu lamanya dengan aturan yang buat aku nyiksa banget. Scara nggak da seninya tuh menurutku.

Coba deh, seumuran dia pada banyak yang keluar ngapel kalo malem minggu ama cowok. Minimal nonton dimana kek bedua ma gebetan, eh yang ini... nggak da tanda- tanda sama sekali boss. Betah ajah ngendon dirumah, paling banter ke masjid dah di ujung jalan.. deket rumah juga. fiuuuh gariiing bener daaah.

Heee...Emang nggak kan habis kalo suruh crita soal tuan putri satu itu.

Tapi Sayangnya...

Semua cuman tinggal kenangan. Karena sekarang tinggal aku satu- satunya anak ortuku di rumah. Adikku dah duluan dipanggil ma yang maha kuasa. Nggak tau nich kenapa jadi sedih kalo keinget dia. Mungkin karena senyumnya yang khas kali ya. Ya gitu deh, walopun dia cerewet tapi dia nggak pernah ngeumbar marah, malah suka senyum kalo aku lagi marah. Adem sih emang. Ampe heran aku.

Dan sekarang dia hanya meninggalkan sesuatu tapi yang sangat berharga buat aku. Setelah sangat lama, ternyata dia ngebuat catatan untuk ditujukan ke aku. Semua daftar kecrewetan adikku tentang apa yang boleh en apa yang nggak boleh. Heraaan ya, hampir sebuku penuh aturan yang ada, yang kata adikku dia nulis dari hasil dia ikut pengajian. Aku akhirnya mikir, Buseeeet nich agama apa -apaan yach? Masak apa- apa nggak di bolehin.

Butuh waktu lama untuk ngruntuhin ego en atiku ndiri. Tapi nggak tau, kenapa hatiku tambah yakin kalau semua ini adalah jalan yang bener.

Semua nggak laen karena aku dah ngeliat buktinya langsung. Yaitu adikku sendiri. Emang dia anaknya paling ngeselin karena suka nglarang aku ini dan itu. Tapi stau aku dia walo sebage adik, adalah lebih pintar ngejaga diri dari pada aku, kakaknya, yang kurang bisa ngasih contoh yang baek.

Sedikit demi sedikit aku mulai mempelajari en paham. Pergolakan batinpun emang juga selalu aja ada. Sampai akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan.

Dari situ aku ngerti, kalo Islam bukan ribet, tapi justru agama yang paling lengkap. Dari mulai urusan paling mini ampe urusan paling maxi, semua ada tuntunannya. Nggak bakal ada yang ngatur selengkap Islam ngatur hidup kita. DIJAMIN!!!

Dan Islam ternyata bukan cuman tentang larangan alias nggak boleh ini dan itu. Tapi Lebih dari itu, Islam adalah Rahmat, bagi seluruh isi dunia. Allah ngelarang, ngebolehin, ataupun memerintah itu semua adalah buat kebaikan kita sendiri

May be, aku ngerasa terpenjara pas dulu itu, karena itu udah manusiawinya rasa sebuah nafsu. Yang namanya nafsu ya maunya akan selalu bebas en jurusannya ke maksiat. Nggak da lagi selain itu. Karena nafsu emang tunggangannya syetan. En syetan itu akan dengan segala cara ngebuat kita jadi orang nggak bener. Nah tar kalo dah nyesel, mereka pada tepuk tangan tuh. Yah emang kya gituh kerjaannya syetan.

Manusia cuman nge judge yang keliatan dimata mereka aja, ato kalo nggak sekedar nyampein pendapat mereka dari ilmu yang sangat minim or buat kesimpulan dari fakta yang nggak 100% falid. Wajarlah, Scara indra manusia juga terbatas gitu. Tapi Allah maha mengetahui apa yang didepan dan apa yang dibelakang. Allah maha kuasa atas sesuatu, termasuk tentang detailnya kita. dan seperti yang aku bilang diatas, bahwa semua yang dilarang atopun diperintahkan Allah ternyata adalah bener- bener untuk kebaikan, cuman emang kadang manusianya aja, termasuk aku kali`, hee.. yang emang pada bandel. Ah ternyata aku baru sadar kenapa Allah nglarang ini en itu.

Sekarang...

Aku suka menjadi religius. Nggak tau kenapa, dengan pilihan jadi kya gini, semua- mua terasa enteng ajah dilaluinnya. Walo kta orang sih, di umurku ini, paling semua cuman sekedar gambaran idealisku sebagai anak muda. Ahh biarin mereka mo ngmong apa. Malah kalo aku ngliat mereka, yang ada malah kasihan, soalnya yang mereka pikir itu adalah sama dengan pemahamanku dulu, sebelum akhirnya Allah memberikan hadiah berharga berupa hidayah ini kepadaku.

Aku bener- bener bangga jadi orang islam. Karena ternyata cuman dengan ini aku ngerasa dame. Bukan uang, bukan temen, musik, rokok, apalagi dugem. Aku juga mulai bisa hidup terarah, karena aku dah menemukan arah. Dan aku ngerasa untung karena aku dah bisa nemukan en ngenal Allah saat aku masih muda gini.

Ssssttt...Satu lagih, en yang niy paling kesan buat aku, hee...scara gituh, dulu kan paling berat ngelakuinnnya. Tapi ternyata aku baru ngerti sekarang, kalau sholat itu bikin ati bersih en adem. Gimana nggak coba, ibarat orang mandi 5x sehari, emang bakal masih akan ada gituh kotoran ditubuhnya?. Nggak laa. Pas sholat juga kita bisa curhat semau kita, apapun, tema apapun, tidak terbatas tempat dan waktu, alah... and for free, sama Allah. Nyezz deh di hati.

May be Buat kamu semua, susah untuk bisa ngeraba apalagi ngerasaain kedamaian hidayah yang aku dapat ini. Ya emang scara yang beginian baru bisa dirasakan kalo kita baru ngalamin sendiri. So, kalo nggak percaya, kenapa kamu semua nggak buru- buru ngedapetin yang sama seperti yang aku udah dapet. Giliranku udah, so,... kamu kapan??? :)

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

Hayoo, Itu Cinta Ato Nafsu ?

Jrengg!! jreng!! jrenggg!!! yeah tema kita kali nie adalah tentang jatuh cinta. Yups semua orang yang ngaku normal pasti pernah ngerasain jatuh cinta. Buat yang blon tau tentang kronologisnya jatuh cinta, nich kita kasih info.

Orang jatuh cinta tuh katanya serasa dunia lagi musim gugur terus, innnnnnndaaahhh banget. Kalo tiba- tiba ketemu sama pujaan hati, beuh deg.. deg.. rasanya selangit boss. May be kalo di rongsen plus USG, tuh jantung kecepatannya dah 1000km/jam. Matanya jadi brubah bentuk alias jadi yang pada bentuk hati bgono. Bener- bener ajaib dah pren. Indikasi yang lain yaitu pengeen bener slalu deket- deket ama yang di sayang. Kalo perlu tuh rumah dia dipasangin semacam gelindingan, jadi biar gampang mindahinnya supaya bisa deket terus ama dia. Trus yang pada jatuh cinta biasanya suka senyum- senyum sendiri, nyanyi nyanyi sendiri, nggak pduli dah lagi dijalan ato dimana, hayuk ajah. padahal nggak da tuh sarafnya yang lagi kejepit tau`.

Eiits, anda- tanda keanehan jatuh cinta nggak bhenti ampe situ. Berdasarkan data en nara sumber para korban penyakit cinta, alah, orang yang kena virus ini selain pengen selalu deket biasanya pengen selalu denger suara gebetan yang disayang ituh. Pas ngemenk- ngemenk di telpon biasanya lamaaa banget. Pembicaraannya pun nggak jelas ngebahas apaan. Pokoknya semua yang ada di otak, itulah yang dibicarakan. May be saking lamanya, kambing tetangga sampai melahirkan nggak kan pada nyadar kali`.

Nah, kalo dah pada cape telepon, ganti jurus tuh, pke sms an, mpe jempolnya pada berotot, hihi...

Wow ajaib !!

Waahh, jangan kaget mament.!! Emang kya gitu kalo lagi jatuh cinta, kya kesihir emang, en bener- bener jadi aneh!!

Tapi nih yang rada ngeri bener, dont try this at home yach. sekalinya orang yang kita sayang itu nolak cinta kita, dueerrr!! rasanya kya disambar petir disiang bolonng, rasanya pengen membumi hanguskan semua yang ada. (Lebay!!)...ih sirius tau`!!!. nangisnya kalo perlu ampe lima ember, belon lagih sedihnya yang mendayu- dayu. Nah Loh! Tragedi inilah yang paling mengerikan. badan keker juga nggak ngaruh pren, yang ada malah dulu kuat sekarang jadi ceking cengeng, dimana penampilan trendy jadi bener- bener berubah klasik (baca : tua), pokoknya drastis banget dah. Tuh semua karena manisnya kata-kata cinta berubah jadi pahitnya empedu kebencian (ooo00wwWW…. owww..oooowww!!!)

Heran deh ampe segitunya ya orang jatuh cinta. Eh tapi kalo dipikir- pikir sebenarnya apa sih tujuan mereka ampe ngelakuin hal yang ajaiib itu. KIra- kira nich, kalo yang pada nembak tuh trus ditrima, trus klanjutannya kya gimana sih?. Sebagian besar sih ngejawab, yah jalanin ajah dulu. Maksudnya pacaran ajah dulu. Lagian masih muda inih kan. Kan nggak buru- buru mau nikah juga kan.

Ringaan bener yach. Padahal sebenarnya, tuch cuman pikiran pendek yang nggak berdasar pren. Asli`!! widiiwwww, kenyataan yang ada sekarang niy gawat bener pren.

Berdasarkan data en nara sumber cewek cowok yang pacaran, ternyata yang ada yaitu 2.5nya kilap alias napsu sisanya 0.5 kali yang cinta, itu juga masih berat kotor pren. Yang bersihnya nggak tau tuh tinggal berapa? tanya aja mereka. Ato kalo kamu sendiri juga seperti mereka, coba tanya ajah ma diri sendiri (hayooo pada jujur yach!!)

Pada masih ingat nggak sama perintah Allah di Alquran, `Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk (QS.l7:32). Nah lo, deket-deket ajah nggak boleh, apalagi ampe keperosok jauh ke dalam. Naudzubillah..

Allah ngelarang kita bebuat sesuatu pasti bakal ada maksud baeknya. Nggak percaya? nich buktinya. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiaonal (BKKBN) di tahun 2010 diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta. Ironisnya 800 ribu diantaranya terjadi di kalangan remaja. En kebanyakan semua tu kejadian dpake dalih cinta. Ya Allah, cinta macam apa tuh kalo malah nyakitin, ngerusak en ngebuat semua jadi malu, marah, sakit, sedih, dsb, dll

Ada yang bilang, yah mo zina ato nggak kan tergantung orangnya. tapi pertanyaannya siapa yang bakal bisa ngejamin kalo setan nggak ikut campur en jadi pihak ketiga?. Kan mereka datang tak dijemput pulang nggak dianter kan.

Nah dari pada sibuk menebak- nebak yang nggak jelas mendingan kita fokus ma yang baek- baek aja dulu deh. baca bentaran yuk yang ini,

“Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS An-Nazi’at : 40-41)

Mau ga mau hidup emang kudu pake aturan pren, nah di rumah ortu ajah kalo kadang nggak ikut aturan mereka bisa- bisa panci melayang nyasar ke kita, apalagih di dunia yang semua muanya jadi hak milik Allah, karena emang Allah yang buat. Kita mah cuman sekedar hamba ajah.

Jadi, buat kamu yang masih punya masalah ama yang namanya cinta, jangan kecil hati dulu. Mencintai tuh nggak salah kok, malah manusiawi banget. Nich bkan masalah cintanya pren, tapi kamu punya kualitas cinta jangan cuman yang kelas bulu donk. Buat cinta kamu tuh begitu berharga sehingga hanya pantas kamu persembahkan kepada yang emang berharga. Jangan silau ma yang namanya cinta dunia en cinta buta.

Cinta tuh jelas beda ma nafsu en maksiat, apalagi zina.

Karena semua digaransi hanya bakal ngebuat hidup kamu tambah ribet en semrawut kya rambut kusut. Mangkanya kamu kudu ati ati jangan ampe salah melangkah en cinta yang awalnya anugrah malah menjadi nafsu yang nggak pke arah. Yang susah tar ujung- ujungnya juga kita juga kok.

So, akhiri semua imaginasi kamu en ketidak jelasan `cinta` yang kamu punya tuh sebelum semuanya terlambat dan mencemari lingkungan sekitar. Sante ajah, semua bakal ada waktunya. Yang penting jaga keindahan dan ketulusannya biar selalu en tetep selalu utuh dan kelihatan indah. Good luck yow!!

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

Sory, Lagi sibuk Nich, No Time To Gossip.

Teman-teman seakidah, sebangsa, setanah, dan seair, pembahasan kita kali niy, lumayan ajib deh. Yaituw...tentang para gosipers en korban- korbannya.

The gosiper kali niy definisinya adalah orang yang hobi ngabisin waktu hidupnya cuman buat ngebuat ditel daftar kekurangan en kesalahan orang lain. Mereka biasanya dilengkapi radar plus sinyal paling kuuuat buat ngepublish kejelekan orang laen. Noh liat, slalu aja laporan live langsung dari TKP yang trus disebar ke seantero sekolah, tetangga dll, dsb. Dan...bahan baku yang mereka buwat jadi gosip or skedar bcandaan sampe menjurus pada hal yang tak diinginkan, yaeto fitnah, adalah tentang pokoknya menyangkut aib en kekurangan orang lain

Nggak bakal ada cerita bakal kram mulut, biar tetap eksis dengan gelar raja or ratu gosip. Seharian ngomongin orang pun nggak bakal capek, yang ada malah semangat ampe bdarah- darah deh mereka.

Tapi sayang pren, mereka nggak banget kalo suruh bercermin. Scara lah, emang hobinya nyari kesalahan orang laen, trus pada mana sempat ngaca buat diri sendiri en nyari kesalahan apalagih memperbaiki. Biasanya mereka malah makin menjadi pas ngeliat temen sebelah pada sukses. Beuuuh ada ajah caranya dia buat ngejatuhin. Dari yang cara simple ampe nebar fitnah lah. Mangkanya nggak heran lah, kalo orang yang hobi ngegosip bakal jadi temen karib rasa sirik di ati. Hee... aneh banget yach orang laen yang seneng kok jadi kamu yang darah tinggi, meriang komplikasi ama penyakit G6 alias (gue galau gituh guys). Bener deh, ksian banggets idup mereka. Gimana nggak mereka cuman bisa bahagia dengan ngejatohin orang lain.

Nah, khusus buat yang laki`, tar dulu... emang cowok juga ada yang the gosiper juga? widiiiww, jangan salah sob. Area gosip nggak pake batas wilayah yow. Tapi rasanya jadi gemana getoh ya. Co kan biasanya pada maen futsal, bola, minimal maen klereng laaahh. Kalo denger cowok pada ngegosip, rsanya nggak lakii banget gituh.

Yah lpas dari itu cewek ato cowok, yang namanya gosip tuh nggak penting. NGGAK. PENTING. Ngebuang jatah hidup en nyia- nyiain tiket buat ntar jadi orang baek si surga. Bener- bener tak patut, but pantes dikasihani idup mereka tuh. Dengan gaya mereka yang seperti dijelasin diatas, justru orang bisa ngeliat banget bukti nyata tingkat kedewasaan nya. Ya gitu deh.

Fiuhh, kalo ajah mereka nyadar yach, gimana jadinya nasib mereka ntar an di sono, pas idup di akherat sono. Ngerii sob. Dari Abu Dawud , Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Pada malam ketika aku melakukan perjalanan malam (isra’), aku melewati suatu kaum yang mencakar wajahnya mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku bertanya, ‘wahai Jibril, siapakah mereka itu?’ Jibril menjawab, ‘mereka adalah orang-orang yang menggunjing dan mencela kehormatan orang lain.’”

Mangkanya pren, kamu gaul boleh ajah, temen ya tmen la, tapi kudu yang bisa ngebawa kita ke kutub positif . Kalo emang dengan punya temen, malah makin nambah dosa en nggak buat kita jadi lebih maju, nyatain ajah sorry ya lagih sibuk nich, ato gue-lo.. End!!. Truz lanjutannya cari ajah temen gaul yang laen, yaah kta si eyang juga, dunia nggak semini daun kelor kan, slow down ajah teman.

Betewe, buat korban- korbannya, yah udah pasti bisa ditebak la, tuh orang yang hobi ngegosip pasti bakal jadi public enemy Nomor satu. Tapi pren, jangan pada sedih deh, walo mereka dah jelas- jelas nyakitin kamu dengan seribu satu fitnah en gosip yang nggak bener. Soalnya Diriwayatkan oleh Abu Ummah al-Bahili, di akhirat seorang akan terkejut apabila melihat cacatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya didunia. Maka, dia berkata kepada Allah "Wahai Tuhan ku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukannya". Maka Allah menjawab : "Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui".

Masyaallah, buru- buru ajah nyudahin tuh yang namanya gosip.Soalnya selain ngebuat kita nggak pinter, btingkah kya gitu juga ngebuat kita rugi. Gimana nggak, capek- capek kebaikan kita kumpulin, en jatah hari nggak kan mungkin balik, eh ini malah dengan sante nya ngebuang- buang catatan kebaikan sendiri. Waw, super duper Rugi!!. Nah tar pas dah nrima buku amal yang bakal ngedisplay semua daftar dosa- dosa kita, walaah bakal nangis ampe bguling- guling karena nyesel kali` si orang- orang yang suka ngegosip tuh. Nggak percaya, cek yang dibawah niy okay!!

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, katanya Rasulullah bersabda : “Tahukah kamu apa arti bangkrut / rugi?” Jawab para sahabat, “ Orang yang rugi menurut kami ialah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta.” Sabda Nabi, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa dan zakat, dan membawa dosa karena dia pernah mencaci-maki (menggunjing/meng-ghibah) orang lain (sesama muslim), menuduh-nuduh orang, pernah memakan harta orang, pernah membunuh orang serta dia pernah memukul orang lain. Kemudian dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim no.2211)

Pernah nggak pada mikir, kasian banget kan kalo sampe mereka yang kena jadi bahan gosip jadi di cap jelek?. Teman, Bukankah semua orang tuh punya sisi baik dan buruk?. Slama kita masih punya titel manusia, salah pasti tetep bakalan ada. Nich termasuk kamu juga loh. So, kalo emang faktanya dia jelek, cobalah cari sisi bagusnya.

Trus buat kamu yang udah ngerasa pernah ngegosipin siapapun, buru- buru minta maaf deh, soalnya Rasulullah S.A.W. bersabda : "Awaslah daripada mengumpat kerana mengumpat itu lebih berdosa daripada zina. Sesungguhnya orang melakukan zina, apabila dia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad).

Jangan lupa juga pren, ingetin temen- temen yang pada ikut klub gosipers, buat nggak nerusin semua perbuatan itu. Untung banget loh, Seperti yang disabdakan Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabhrani, “Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya yang sedang dipergunjingkan, maka Alloh akan membebaskannya dari api neraka.`

Trakir, ...

Teman, Mule sekarang, nggak da ruginya kita barang bentaran ajah pada puasa spik. Cuman ngomonk yang baek- baek en ngedenger yang baek- baek juga,Insyaallah bakal jadi rahmat buat kita en semua orang. Bukankah Allah nyiptain kekurangan ke semua manusia, biar manusia bisa belajar untuk stay humble sama yang laennya? ....

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?

Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang.

Episode selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia sama sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam dan... mati.

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras.

Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong, sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya.

Dengarkan lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembali untuk menemukan dan membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata dari lidah yang tiada berdzikir.

Lisan adalah anak kandung hati. Lisan mengikuti hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang baik, dan akan menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta hatinya maka ia akan semakin jauh dari cahaya Illahi.

Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan nafsu, sedang setan sebagai pengemudinya. Naudzubillah...

Maka tidak adalah keraguan atas firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman Dalam Az Zumar 22 : "Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata."

Sungguh betapa betapa kasihan manusia- manusia itu...

...Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras...

Saudaraku...

Dalam sendiri, jujurlah pada diri, apakah kau merasa jauh dari Allah? Jika ya, mungkin saja keadaan hatimu sudah sedemikian mengeras. Dan pantaslah jika kau bersedih, sebab hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang paling keras, dan jika hati sudah mengeras maka indrawi pun terasa gersang. Hatimu yang keras bisa saja ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Maka Berhentilah!...

Sudahilah derita penyiksaan atas dirimu sendiri itu!Sudahilah semua kekacauan hidupmu yang diakibatkan kekerasan hatimu ini! Tidakkah kau kasihan melihat sampai seperti itu kau mendholimi dirimu sendiri?

Menyerahlah!...

Karena hanya Allah yang akan mengeyangkan batinmu dengan kebahagiaan.Bukankah itu yang selama ini kau cari?. Menyerahlah kepada sang Maha Rahman, sumber kebahagiaan sejatimu.

Kembalilah!...

Kembalilah untuk berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak di pelupuk matamu, dan kau pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika hatimu senantiasa disuapi dzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, maka kau pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Bukankah selama ini kaupun tumbuh dalam kasih sayang dan kelembutan Allah sang maha rahman, lalu mengapa kau tetap harus berkeras hati menyebarkan kekerasan dan kekasaran hati dan lisanmu kepada sesamamu? Tidakkah dapat kau rasakan kasih dari Tuhanmu?

Bukankah Allah juga mengkaruniakan akal kepada kita untuk menjadi manusia berhati lembut dan penuh kasih sayang? Lalu mengapa kau masih berkasar hati? ataukah sudah karena saking terlalu banyaknya dosa yang menutup sehingga cahaya hati terlalu susah untuk menyinari lagi?

Saudaraku...

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan hidup dalam kebaikan. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh hatinya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.

Dan siapapun yang ingin mensucikan hatinya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Kerapuhan hati kita adalah karena lalai dan merasa aman, sedang tenangnya batin adalah karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dzikir. Maka tengoklah dan belajarlah dari sebuah hati yang merasa zuhud dari hidangan-hidangan kenikmatan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Siapapun, siapapun yang menempatkan hatinya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan hatinya di antara manusia, ia akan semakin kacau dan gersang hatinya.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum.

...Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum...

Hati kitapun bisa sakit seperti halnya badan yang bisa terluka. Dan obat dari semua itu adalah dengan bertaubat. Hati pun bisa tumpul dan berkarat, seperti benda yang di umbar begitu saja tanpa ada perhatian untuk mengurusnya. Dan cemerlangnya semua itu adalah dengan berdzikir. Hati bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Hati pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa taala, cinta, tawakkal, bertaubat dan tunduk patuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Saudaraku...

Betapapun kerasnya hidupmu sekarang, namun jagalah hatimu agar senantiasa lembut, mendamaikan dan menyejukkkan, paling tidak untuk dirimu sendiri dahulu. Ketahuilah, bahwa hanya orang yang baik yang akan selalu dekat dengan kebaikan, dan kebaikan akan selalu mendekatkan kepada rahmat dan keberuntungan.

Jika Allah Subhanahu wa Wa'ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Hatinya senantiasa dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Wahai jiwa.. tunduklah! Tunduklah kepada sang penguasa langit dan bumi, sang pemegang nyawa dan ubun- ubun manusia,sang penggerak dan pencipta jagad raya. Tunduklah dalam keikhlasan dan kepasrahan kepadaNya.

Wahai jiwa.. damailah! Damailah dalam kelembutan dan kebaikan sebagai cerminan rahmat dari sang maha Penyayang kepada hamba- hambanya yang senantiasa memenuhi celah kosong mereka dengan keagungan dan keperkasaanNya yang Abadi.

(Syahidah/Voa-islam.com)
0

HikS, akU LaGiH PUtus aSa

Jadi sensi abies!!. Blon lagih males ngapa- ngapain. Tuch si mut yang jalan- jalan ke mana, nggak juga pulang- pulang. Nah kalo yang cewek, may be bakalan nangis tersedu- sedu, alah, sambil nyempil di sela tembok, plus ngabisin tissue ampe bgulung- gulung.

Deuh, rasanya emang paling nggak banget en udah nggak semangat apa- apa dey, kalo dah ketemu sama yang namanya putus asa.

Orang putus asa, identik dengan ngerasa nggak punya jalan keluar untuk ngehadepin suatu masalah. Orang putus asa serasa pikirannya mandeg gara- gara ga ada jalan keluar yang dirasa pas buat penyelesaian masalahnya. Orang putus asa serasa dunia udah selese, karena saking dirasa beratnya tuh idup

Pren tapi bukannya idup emang rangkaian dari masalah?. Mereka akan datang silih berganti dah kya kereta kelinci, bderet bderet en silih berganti. Yah itulah hidup.

Tapi satu hal yang pasti, masalah apapun pasti bakal nemuin titik akhirnya. Tapi... nich yang penting, dalam proses menuju kesitu, jangan ampe masalah itu ngubah kualitas kita, ke level yang lebih jelek tentunya, karena kita salah menyikapinya.

...Apapun masalahnya, satu yang kudu kita ingat, jangan sampe masalah itu ngubah kualitas kita ke level yang lebih jelek, karena kita salah menyikapinya...

Banyak orang bilang kalo anak muda suka nylesein masalah cuman pake esmosi doank. En kalo pake mikir, paling banter cuman sekedar 3 mm alias pikirannya pendek bener. Emang nggak salah juga sih, scara emang pengalaman kita belum banyak en pertimbangan sebab akibat kita emang kurang. Tapi kalo dipikir- pikir apa iya kita selamanya mau dinile dengan penilaian yang seperti itu. Maka dari itu pren, nggak salah juga kalo kita banyak- banyak mengamati dari pada sekedar berkomentar, apalagi bertindak di luar kewajaran en aturan.

Efeknya bakalan cadas bos, emang scara umur masih ` hijau` tapi pengalaman so pasti bakal nambah kan?. Itu yang bakalan nambah dewasanya kita dalam bersikap. Kalo dah gitu, Insyaallah akan banyak beri kamu sudut pandang yang laen saat kamu lagi kejedot sebuah masalah. Itu yang bakal ngebuat kamu lebih bijak ngehadepin yang namanya idup. Akir- akirnya, kamu bakalan jauh dari yang namanya putus asa.

Break dulu bentar ngpa boss. Yups, kasih diri kamu jeda bentaran buat mikir. Jangan dipaksain kalo dah nggak bisa. Pren, kamu juga manusia kali` bukan robot. Liat yang seger- seger diluar ruangan kamu, take a deep breath alias ambil napas dalem- dalem, ato minum aer putih sgentong, ups segelas ajah cukup. Kalo nggak cukup longgarin dulu deh gesper otak kita nich, abies tuh ambil aer wudhu, sholat. And... setelah itu, lanjutin idup en pemikiran kamu . Hare gene, 2011 pren, Apa sih yang nggak bisa. Insyaallah bakal nemu dah jalan apapun, asal otak kita masih jalan en ati kudu adeem baut mikir.

Orang yang putus asa, dia brati udah ngerasa nggak punya Tuhan lagih. Wuduw, jangan gituh kawan. Allah itu yang Maha paling baek ama kamu, ama semua hambanya. Pecaya deh, abies tuh masalah slese kamu bakalan ngerti kalo ternyata Allah nggak ngasih cobaan kamu lebih dari kemampuan kamu.

Setiap kamu adalah istimewa, kawan. Kamu idup dibekali banyak bakat en kebisaan buat nyelesein masalah en buat ngembangkan hidup kamu, cuman kadang kamunya ndiri belon nyadar semua itu. Nah dengan datangnya masalah, maka kamu adalah seperti batu berlian yang lagi di gosok dengan sedikit menyakitkan. Tapi liat donk hasilnya kalo udah jadi, widiiiw, kinclong, en tambah Mahal. So, apapaun masalah kamu sekarang en srasa ngebuat kamu putus asa, owh please, STOP IT. Smangaaaattttt donk ah!! Tetap di jalur positif yow!!

Semangat lah!! lewati rintangan kamu kali niy. Jangan menyerah!! Dengan pertolongan Allah, Apa sih yang nggak bisa. Smangat kawan!! Maka kamu akan naik satu level menuju LEBIH... InsyaAllah. Good luck

(Nayma/ Voa-islam.com)
0

Mereka Mengajari Kami Membenci Islam

Dunia kami, dunia remaja yang penuh dengan gemerlap dan mimpi. Siapapun pasti akan berharap akan selamanya berada dalam dunia yang indah ini. Berbondong- bondong manusia menyajikan hiburan untuk kami. Entah dengan apapun tujuan mereka, bisnis, uang atau apapun. Bagai komoditi ekspor yang sangat menjanjikan keuntungan, berbagai `produk` khusus dunia remaja pun ditawarkan untuk kami.

Salah satunya dari yang mereka tawarkan adalah produk hiburan. Mereka mengirimkan paket- paket hiburan yang dikemas apik untuk kami, agar kami terhibur dengannya. Salah satunya adalah lewat musik. Begitu syahdu kami mendengarnya, berjingkrak- jingkrak bergembira dengannya dan menghafalkan setiap bait- baitnya, bahkan begitu sangat kami menghayatinya sampai dalam hati.

Jangan tanya berapa banyak jumlah lagu yang telah kami hafal. Musik bagi kami adalah sudah menjadi gaya hidup yang sangat mengasyikkan. Acara nge fans dengan idola, berteriak histeris, khususnya bagi remaja wanita, saat bertemu dan menyapa idola mereka, adalah sudah menjadi pemakluman semua orang yang melihat, dan bukan sebuah hal yang tabu di negeri ini, bahkan cenderung mengasyikkan. Itulah remaja.

Tidak hanya itu, produk buatan mereka yang terasa melambungkan impian dan fantasi kami para remaja ini, adalah tren fashion yang mereka gelar dan umumkan ke seantero negeri. Bagi kami yang masih sangat labil, hal itu adalah menarik. Akhirnya kami tak sungkan- sungkan menghabiskan jutaan rupiah demi memuaskan obsesi manusia dengan penampilan yang selalu up to date.

Dalam pergaulanpun mereka mencontohkan bahwa, pergaulan tanpa batas antara laki- laki dan perempuan adalah hal yang asyik. Hal ini sebagian besar mereka perlihatkan lewat hiburan melalui perantara media, entah televisi, radio, dan banyak media lainnya. Kamipun sedikit demi sedikit meniru gaya mereka dalam bergaul.

Sampai akhirnya....

Waktupun akhirnya mengajarkan kami berpikir. Berpikir bahwa dunia yang mereka tawarkan ternyata sesat. Mereka mengajarkan kami terutama kalangan remaja wanita untuk tidak punya lagi rasa malu. Wanita yang berpakaian minim semakin dipuja, dan di tinggikan derajatnya dengan julukan seksi. Mereka memutar balikkan fakta dan rasa, bawa seksi adalah sebuah keunggulan dan keharusan yang wajib dimiliki wanita jika mereka ingin dicintai. Belum lagi, bahwa perempuan bisa berkeliaran dan tidak boleh seorangpun melarang mereka. Ini karena wanitapun punya hak yang sama dengan laki- laki. Ditambah lagi, wanita haruslah berdandan saat keluar agar selalu tampil menarik, dan kecantikan itu akhirnya dapat dilihat oleh selain suaminya. Benar- benar, kesenangan yang ditawarkan mereka tak lain ternyata hanya merendahkan wanita.

Senang- senang yang mereka tawarkan juga telah menjauhkan kami pemikiran bekerja keras dan mengenalkan proses hidup yang ekspres untuk mendapatkan kemakmuran. Dengan sederet fantasi yang kami lihat, adalah bahwa anak muda terasa makin bergaya dan bahagia, hanya jika kelak bisa menjadi orang kaya. Jadilah kami orang- orang yang sangat mencintai dunia, dan melalukan apapun demi mendapatkan harta dunia, sampai- sampai kami lupa perbekalan kami menuju akherat. Masyaallah....

Dengan ijin Allah, akhirnya kami juga bertanya pada diri sendiri, berapa banyak ayat- ayat alquran yang telah kami hafal di luar kepala, dan begitu syahdu mengalun dibatin kami?. Firman- firman Allah yang begitu penuh kemuliaan dan kesejukan seakan terasa membosankan dan terlalu susah dipahami setelah tempat prestigenya terganti oleh alunan syair dari para penyanyi. Kamipun baru tersadar, betapa jadwal `laporan` 5 kali ku kepada Allah, telah kocar- kacir ndak jelas lagi.

Ternyata, telah begitu jauh mereka telah membelokkan arah pikiran kami dari sebuah kedamaian. Dan bodohnya kami adalah, kami mengikutinya, bahkan menikmatinya. Kedamaian yang mereka tawarkan hanyalah sesaat dan sangat semu. Mereka benar- benar telah menjauhkan kami dari Allah. Menjadikan kami seseorang yang kehilangan jati diri, atau dengan kata lain adalah sebagai plagiat sejati. Bagaimana tidak, lihatlah pola hidup kami. Begitu banyak mencontoh manusia yang bergonta- ganti setiap hari. Ya karena dahulu aku mengaku sebagai penggemar mereka. Dan ketika pamor mereka tenggelam, maka bergantilah aku dengan style yang lain. Berganti, dan berganti setiap saat. Sama sekali tidak ada nilai pakem dari semua itu. Dan sampai suatu saat, aku telah menyadari bahwa usiaku semakin bertambah, masa remajaku telah menghilang, namun aku masih belum menemukan sesuatu. Begitulah, betapapun hebatnya plagiat, dia akan tetap selalu menjadi no. 2.

Tanpa sadar, orang- orang yang membenci Islam juga telah membentukku menjadi seseorang seperti mereka. Berpikiran seperti mereka, bergaya hidup mencontoh mereka, dan mungkin arahnya nanti akan berganti agama seperti mereka. Naudzubillah...

Namun aku masih beruntung, bahwa Allah subhanahu wata`ala benar- benar menyadarkanku bahwa aku sudah terlalu jauh berbelok dari sebuah nilai yang lurus. Dengan mind set yang seperti ini, entah mengapa aku seperti diasingkan dengan agamaku sendiri, dengan tuhanku sendiri. Aku digiring untuk menghina agamaku sendiri dengan sebuah konsep modern yang mereka tawarkan.

Lihatlah pakaian teman- teman wanitaku, mereka mengajak kami berpikir, bahwa menutup aurat itu kuno dan sangat ribet. Mereka menggantinya dengan design elegan dan modern ala mereka, yang benar- benar jahiliyah. Sama sekali tidak anggun, bahkan terlihat telanjang, menyerupai hewan. Dan bodohnya kami, adalah kami mengikuti, dan menikmatinya.

Lihatlah betapa mereka membuat kami, para remaja ini untuk membenci Islam. Mereka menghembuskan isu- isu yang mengadu domba sesama muslim dan membuat kami membenci manusia lain yang justru begitu taat dengan perintah Allah.

Lihatlah betapa pengecutnya mereka. Mereka menggunakan segala cara agar memandulkan Islam karena kuatnya kebencian mereka. Dan mereka tidak menggunakan tangan mereka sendiri, melainkan menggunakan tangan- tangan orang yang mengaku Islam namun dengan rela menjual kehormatan mereka itu demi dunia. Di buatlah kami asing terhadap Islam lewat sejuta kenikmatan dunia yang mereka tawarkan. Lalu setelah itu, dengan mudahnya mereka mengobok- obok Islam sebagai kehormatan kami ini, sebelum akhirnya mengadu domba kami.

Akhirnya kami menghujat Allah, mempertanyakan kembali, memprotes bahkan coba merevisi segala aturan Allah, dan akhirnya melupakan Allah. Dan siapa lagi yang lebih empuk sasarannya untuk semua itu kalau tidak kami para anak muda yang masih labil, penuh dengan emosi, cita- cita dan proses mencari. Dan ibarat tunas, maka kamilah yang akan menjadi cikal bakal pohon selanjutnya. Dan dengan konsep pikiran mereka yang telah tertanam di pikiran kami, maka di esok hari, ketika kami dewasa, kami akan di bentuk untuk menjadi pengikut mereka yang setia.

Ah, begitu banyak jika kami harus menghitung satu- persatu ke alfaan dan durhaka kami kepada Allah yang maha pengasih. Dan ternyata memang benar, sebuah hidayah itu bahkan lebih mahal dari pada apapun. Maafkan kami Ya Allah, dan mohon berikanlah kami hidayah untuk kembali kepada kesucian Islam, dan semoga masih ada sisa umur kami untuk memperbaiki kekhilafan yang kami lakukan selama ini. Aamiin.

(NayMa/ Voa-islam.com)