0
Selasa, 05 Juni 2012

Poligami Menuju Keesaan






Poligami dari Islam?
Setelah topik jihad fi sabilillah, topik poligami adalah bahasan paling kontroversial dalam Islam. Kedua topik tersebut menuai banyak gugatan dari luar Islam, bahkan dari pemeluk Islam sendiri. Banyak orang yang beranggapan bahwa konsep poligami itu datang dari Islam, padahal itu sangat keliru.

{Poligami dan martabat kaum hawa dari masa ke masa}
Konsep poligami sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Islam turun ke permukaan bumi manusia. Pada peradaban Mesir Kuno dan Cina Kuno, misalnya, para pharaoh dan para kaisar di setiap dinasti memberlakukan sistem pergundikan. Para selir bin gundik itu status kependudukannya cuma sebagai objek pelampiasan nafsu kelamin sang penguasa. Hm.. sistem ini rupanya juga tetap dilestarikan oleh para pemilik wanita simpanan masa kini. Shouting

poligami

Pada era Arab Jahiliyah, selain poligami, persetubuhan inses pun sah dan lazim dilakukan. Sebagai contoh, si Anu boleh melakukan transaksi barter istri untuk jangka waktu tertentu dengan sang paman berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sungguh demokratis, ya. xD
Jadi, demikianlah adanya. Kedudukan kaum hawa pada waktu itu lebih buruk daripada budak; lebih buruk daripada hewan ternak, dan hanya sejajar dengan sembako. Ups! xD

POLIGAMI20YUUK

Poligami Islami - Syariati
Poligami dalam Islam merupakan praktik yang tidak dilarang, tetapi juga tidak dianjurkan (mubah). Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sang suami harus dapat berbuat adil terhadap seluruh istrinya (Surat an-Nisa[4]:3).

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.”

Islam menganjurkan poligami atas beberapa sebab:
  • Suami mempunyai dorongan nafsu syahwat yang luar biasa sehinggakan isteri tidak dapatmemenuhi kebutuhannya.
  • Keadaan isteri yang senantiasa uzur dan sakit.
  • Membela kaum wanita yang menjadi balu atau janda setelah suami gugur dalam berjihad menegakkan agama Allah.
  • Isteri tidak dapat melahirkan zuriat atas sebab kesehatan.


Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukannya adalah upaya transformasi sosial. Mekanisme beristeri lebih dari satu wanita yang diterapkan Nabi adalah strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu,nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Sebaliknya, Nabi membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam beristeri lebih dari satu wanita.

Nabi Muhammad, nabi utama agama Islam melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya, sebelumnya ia beristri hanya satu orang selama 28 tahun. Setelah istrinya saat itu meninggal (Khadijah) barulah ia menikah dengan beberapa wanita. Kebanyakan dari mereka yang diperistri Muhammad adalah janda mati, kecuali Aisyah (putri sahabatnya, Abu Bakar).

Bibie_Islam

s
Poligami Islami - Hakiki
“Ketahuilah, o Saudaraku, memiliki istri-istri dan perempuan-perempuan sebagaimana disahkan oleh syariat bukanlah bertujuan melampiaskan hasrat nafsu syahwat, apalagi untuk memamerkan kejantanan. Sekali-sekali tidak demikian. Istri-istri dan perempuan yang kita miliki itu adalah sarana yang harus kita gunakan untuk melepas keterikatan kita pada satu subjek yang kita cintai. Sebab, cinta seorang laki-laki kepada satu perempuan sangat kuat daya rekatnya dibandingkan dengan cinta seorang laki-laki kepada banyak perempuan.”
“Ketahuilah, o Saudaraku, latar di balik syariat yang membolehkan laki-laki menikahi lebih dari satu perempuan adalah berkaitan dengan kecintaan kepada Allah. Karena itu, syarat keadilan yang dimaksud dalam ketentuan hukum Ilahi bukanlah keadilan dalam membagi cinta terhadap istri-istri, melainkan dalam mengarahkan kiblat cinta kepada-Nya. Sebab, dengan mencintai-Nya maka keadilan akan terwujud dengan sendirinya. Jadi, keadilan di situ jangan diartikan keadilan membagi perhatian kepada setiap istri menurut pertimbangan nalar suami atau nilai-nilai yang dianut masyarakat. Dengan demikian, istri-istri dan perempuan-perempuan yang kita miliki itu adalah sarana untuk mengarahkan kiblat cinta hanya kepada-Nya.” (Suluk Abdul Jalil)

HATI

مَّا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya. (Q.S. Al Ahzaab:4)

Dari uraian terakhir di atas, insyaAllah pada akhirnya kita semua (terutama para muslimah) memahami makna hakiki poligami ialah semata-mata untuk kepentingan menomorsatukan Allah. 
Menomorsatukan Allah adalah kewajiban setiap hamba (Lihat :Ketika Cinta Bertawaf dan Mengapa Allah menciptakan makhluk?).

Oleh sebab itu, seberat apa pun jalan yang harus dihadapi atas diri (para isteri yang dipoligami), hadapilah dengan ikhlas karena Allah. Dengan demikian, pengorbanan diri tersebut insyaAllah akan berbuah surga.

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٲلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (Q.S. At-Taubah:111)

Saran bagi Para Muslimah
  •  Jika suami Anda berniat melakukan poligami. Tanyakan pada suami Anda apa alasannya. Jika jawabannya sekadar takut terjerumus ke dalam zina, berarti belum tentu tujuan akhirnya untuk menomorsatukan Allah. Katakan pada suami Anda: "Aku melihat nafsumu yang berbicara, entah untuk gengsi, memamerkan kejantanan, menunjukkan bahwa kamu banyak harta (dan bahwa dirimu masih "laku",wakakak)
Rain
  • Jika alasannya dia ingin menjadi seorang salik (penempuh jalan rohani menuju Allah), Anda tidak punya pilihan selain mengikhlaskan suami Anda untuk Allah, bukan untuk istri mudanya. Beruntunglah Anda Nmemiliki suami yang sadar akan hakikat penciptaannya. Beruntunglah Anda memiliki seorang lelaki terpilih. Seorang yang tidak merindukan surga, tetapi merindukan Pemilknya. (Lihat catatan Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?)
safe_image.php?d=c366f8f39e6becf5548ea33bfacfb4c1&url=http%3A%2F%2Fi676.photobucket.com%2Falbums%2Fvv127%2FMUXLIMO%2FRABBIT%2FWindy
وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي
..dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku. (Q.S. Thaaha[20]:41)
Windy

untitled1044

Jangan khawatir, jika suami Anda adalah seorang muslim yang baik, dia tidak akan berani berbohong mengenai alasan sesungguhnya. Sesungguhnya kebohongan adalah kebusukan dan kebusukan pada akhirnya tetap akan tercium. Lagi pula Rasulullah pernah melarang orang-orang tua muslim menolak lamaran seorang pemuda mukmin. Karena seorang mukmin tak akan menyakiti isterinya meskipun tiada lagi rasa cinta di hatinya. (hadis aslinya lupa, sori)

Tapi mohon diingat: Tidak selamanya penempuh jalan suluk butuh poligami, bahkan KONON keputusan berpoligami atau tidak itu bukan atas kuasa sang salik/mukmin. bukankah para kekasih Allah itu adalah orang-orang yang dengan-Nya ia mendengar, dengan-Nya ia melihat, dengan-Nya ia berjalan, dengan-Nya ia mengetahui, dll... ??

Jangan tergoda untuk menggugat, apalagi menolak hukum syariat poligami. Itu bisa berarti Anda sudah terjangkit virus feminisme. (jeng-jeng-jeng!! xD ) 
(Lihat catatan berkaitan dengan bahaya feminisme bagi muslimah: Allahisme)

Ya Rabb, karuniailah atas kami seperti yang telah Engkau limpahkan pada kekasih2-Mu terdahulu... amin ya Rabb..
safe_image.php?d=53b9d150c69f94cd311fb31eeeacca1d&url=http%3A%2F%2Fi676.photobucket.com%2Falbums%2Fvv127%2FMUXLIMO%2FRABBIT%2FSweat
protespoligami-1

Sweat
' BEUH!  
Dan barangsiapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mumin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu... (QS. An-Nisa (4):115)

Al-Ahzab (33): 36
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً  
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
safe_image.php?d=53b9d150c69f94cd311fb31eeeacca1d&url=http%3A%2F%2Fi676.photobucket.com%2Falbums%2Fvv127%2FMUXLIMO%2FRABBIT%2FSweat
BEUH!! 
Rain

syehpuji3

syehpuji2

belagusyehpuji

Tears
MasyaAllah, do'i pamerin uangnya bejibun! clip_image001

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ 
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan BERMEGAH-MEGAH antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadiid (57):20)
Allahu'alam.

 

0

Jika Anak Bertanya tentang Tuhan

alaam Sobat..
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi "tak mau tahu" alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang Tuhan. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan mahapenting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya... 

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Click here to view more| Selengkapnya



Lompat ke:



Tanya 1: "Bu, Tuhan itu apa sih?


Jawablah:
 "Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


Tanya 2: "Bu, bentuk Tuhan itu seperti apa?"



Jangan jawab begini:
"Bentuk Tuhan itu seperti anu ..ini..atau itu...." karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
"Adek tahu 'kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]


Tanya 3: "Bu, kenapa kita gak bisa lihat Tuhan?

{Bagian ini ditambahkan setelah berdiskusi di kolom komentar di bawah dengan Miss VogueChica-saudari kita dari Negeri Jiran, Malaysia.}

Jangan jawab begini:
Karena Tuhan itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Tuhan itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.


Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Tuhan dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Tuhan itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) "barang" dan "sesuatu" yang ditujukan pada Tuhan. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai'un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.  

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af'al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af'al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17){ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua'lam}

Jawablah begini:
"Mengapa kita tidak nampak Allah?" 
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris  ) 
"Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak 'kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, nampak matahari aja kita tak sanggup. Jadi, macam mana kita nak nampak Pencipta matahari itu. Iya 'kan?!"  

Atau bisa juga beri jawaban: 
Adek, lihat langit yang luas dan 'besar' itu 'kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit 'kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar. 

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan "Melihat Tuhan".
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek 'kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Simpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. "Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara."



Jangan jawab begini:
"Nak, Tuhan itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy."
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang.  Lalu jika Tuhan ada di langit, apakah di bumi Tuhan tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Tuhan...berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
 Dia bersemayam di atas ’Arsy. <-- Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
"Nak, Tuhan itu ada di mana-mana."
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Tuhan itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno. 

Jawablah begini:
"Nak, Tuhan itu dekat dengan kita. Tuhan itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Tuhan selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada."
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

"Qalbun mukmin baitullah", 'Hati seorang mukmin itu istana Allah." (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ 
 Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)


وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. 
Al-Baqarah (2) : 115)



"Tuhan sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Tuhan untukmu, Sayang."  (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ 
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)





Tanya 5: "Bu, kenapa kita harus nyembah Tuhan?"



Jangan jawab begini:
"Karena kalau kamu tidak menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke surga."

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Tuhan, bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,"Masak sama Tuhan kayak dagang aja! Yang namanya Tuhan itu berarti butuh penyembahan! Tuhan kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!"

"Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya." (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
"Nak, kita menyembah Tuhan sebagai wujud bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, 'kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Tuhan, Adek yang rugi, bukan Tuhan. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)


 إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)



Katakan juga pada anak:



"Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Tuhan, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

"Kenapa, Bu?"

"Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Tuhan tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Tuhan selalu ada untuk kamu. Nanti, Tuhan juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu." 

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Tuhan. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)



{Bagian di bawah ini ditambahkan setelah berdiskusi dengan Neng Ita, empunya lapak  diduniakata dan Keep Learning, juga via komentar di bawah. Saya ucapkan terima kasih pada Miss VogueChica dan Neng Ita, tentu juga pada semua Sobat Sarang yang turut berbagi pemikiran via komentarnya masing-masing;  belum pada kapok juga main ke sini, hehehe..



Sekelumit kisah anak yang "melihat" Tuhan

Yang satu ini berdasarkan pengalaman keponakan Miss VogueChica:
Anak saudara sy yg sgt comel(wkt itu umurnya sekitar 5 thn) prnh bkata, "Allah itu baik kn..?Tangannya putih aja.." Mungkin dia cuba mgambarkn yg baik2 ttg Allah.Tp sy lbh terfokus pd ayatnya yg ke2 itu.Krn rasanya ada yg harus dperbetulkn.& terfikir pula apa & bgmna harus dperkatakn pdnya. 

Setelah bfikir sejenak,sy katakn pdnya, "Tapi kita gk bisa bilang bgitu sbb kita tdk nmpk Allah.Tapi wlaupun kita tdk nmpk,Allah itu tetap ada.." 

Mungkin bisa kita jawab begini?
Itu bukan tangan Allah, yang kamu lihat itu mungkin tangan malaikat yang diutus Allah untuk menunjukkan kebaikan-Nya pada kamu. ^_^

Baru setelah dua hari kemudian, saya pun jadi teringat dengan cerita keponakan saya (namanya Donny, sekarang ia sudah kuliah). Waktu itu Donny masih balita ketika kakak perempuannya (Noviana Permata Fury) yang baru sebulan masuk SMP berpulang ke Rahmatullah. Tak lama setelah itu, Donny bercerita kalau dia bermimpi Kakak tercintanya itu mendatanginya ditemani seorang malaikat. Kakaknya itu memberikan beberapa nasihat pada Donny kemudian dibawa sang malaikat pergi menuju cahaya. Ke Tuhan.  (Duh, Opoy,  jadi haru n kangen nih.. ;_(

Di kemudian hari, sekira Donny SMP atau SMA, ia bercerita lagi bahwa saat mengalami kejadian itu ia tidak yakin apakah dia bermimpi atau sebenarnya sungguh terjadi. Allahua'lam. Tentu yang dimaksud pergi menuju cahaya. Ke Tuhan, bukanlah berarti Allah itu berupa cahaya, ya.. :)
{Neng Ita juga konon punya pengalaman masa kecil, tapi beliau belum cerita soal itu. Kita tungguin aja yah.. hehehehe.}

Aha! akhirnya Neng Ita angkat cerita :D :
crita ya... ummmm................................. :-?
susah diungkapin, tp bisa kurasakan

beberapa crita pengalaman masa kecil, Ketika ngaji di TPA dulu waktu kecil aku hanya bisa membaca iqra yang hanya rangkaian beberapa huruf hijaiyah saja sedangkan teman2 seumuranku sudah dapat mengaji dgn rangkaian ayat2 Qur'an yg cukup panjang. mereka mendapat reward atas apa yg mereka baca, aku tidak T_______T
sungguh aku bener2 tidak mampu/buta sama sekali untuk mengeja rangkaian2 ayat itu.
ntah bagaimana dalam waktu ga lama tiba2 kok "cling" otak ini bekerja dan berpikir, "mungkin seperti ini... seperti ini.... membacanya" padahal dalam wktu itu aku tidak pernah berlatih membaca atau dibimbing untuk membaca ayat, hmmmm... dan alhasil berdasarkan pemahaman yg tiba2 muncul, aku memberanikan diri untuk membaca didepan ustadz dan ustadz diam mendengar tanpa banyak koreksi. heh...... *kanget
sebenernya jika dipikir2 lagi bnyk sekali crita2 bagaimana Alloh membimbing kita untuk mengenal ilmuNya. cuman kebanyakan manusia tidak mau berpikir *halah bahasa ku rek


Subhanallah... kalimat Neng Ita ini bisa dijadiin pedoman melihat Allah:
"susah diungkapin, tp bisa kurasakan"

Sebelum ilmuwan Barat menemukan dan menyarankan para ibu hamil agar memperdengarkan musik klasik untuk meningkatkan IQ janin yang sedang dikandungnya, tradisi muslim sudah melakukan hal serupa. Para orang tua muslim yang sedang menunggu momongan lahir dianjurkan untuk lebih rajin mengaji atau memperdengarkan rekaman resitasi Quran. 

Seorang arif billah berkata pada saya, sebenarnya adanya hukum tajwid dalam Quran, selain untuk tujuan akurasi pelafalan (tartil), juga merupakan alunan nada Yang Qadim. Dengarkan dengan saksama sambil tafakur tanpa berpikir apa-pun dan tanpa hati berbisik-bisik apa pun. Dengarkan dengan syir hati, kata beliau. Mencerdaskan akal dan hati sehingga tersingkirlah kegelapan syirik dalam diri. Allahua'lam. 

*kesalahan orang tua muslim masa kini adalah lebih sibuk mencarikan les-les bahasa Inggris, matematika, atau piano. Mereka bangga anaknya sudah bisa bahasa Inggris atau nilai matematikanya bagus. Mereka tidak prihatin atau sedih kalau anak-anaknya belum mengenal huruf-huruf hijaiyyah..huruf-huruf yang mengantarkan anak-anak juga orang tuanya pada keridaan dan kasih sayang Tuhan di dunia dan di akhirat.

Hmm..kira-kira demikian menurut pandangan saya. Mudah-mudahan Sobat sekalian sudi memberi masukan karena tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan diskusi, bukan fatwa..ahahaha! Mungkin tata kalimat di tulisan ini terlalu "berat" untuk dicerap oleh anak atau ada pertanyaan anak yang belum tercantum di sini. Mari kita diskusikan bersama demi terbentuknya generasi tauhidi yang cerdas akal dan imannya.

Ini berpangkal pada hadis, "Awwaluddin makrifatullah",'awal agama mengenal Allah'. Bukan mengenal salat dulu.[baca juga Awwaluddin Syariatullah di Antara Kita]

Informasi lebih profesional mengenai ini, silakan klik tautan berikut:


islam4kidsbannersmall


Ya Allah, jika kini Engkau belum karuniai kami keturunan, maka karuniailah kami dan karuniai juga  atas kami kemampuan untuk menjaga amanat-Mu ini sehingga keturunan kami menjadi insan-insan yang Engkau ridai. Amin.



Allahua'lam.